Jumat, 01 Maret 2013

“JASAD PARA SYUHADA TAK MEMBUSUK”

Jasad mayat yang masih utuh ini benar-benar ditemukan di zaman ini walau kejadiannya hampir 1.400an tahun lalu. Sain dan tehnologi tidak bisa menjelaskan fenomena ini. Hanya berdasarkan firman Allah yang tertulis dalam al Qur’an, ”Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki". (QS.Ali Imran:169).

Bahkan lebih rinci dalam sebuah hadits, “Menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi dibanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang eman bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku menguburkannya”. (HR Bukhari dari Jabir bin Abdillah)

Dan dibuktikan dengan fakta, dari penuturan DR. Thariq Suwaidan dalam buku Silsilah nya yaitu Qisoh Annihayah. Dan dalam buku “JASAD PARA SYUHADA TAK MEMBUSUK” karya Dr. Abdul Hamid Al-Qudhah, penerbit Zam-Zam.

“Telah menceritakan kepadaku Syekh Mahmud Showwaf rahimahullah, bahwa beliau salah satu dari pembesar ulama yang di undang untuk Proses peguburan kembali para Syuhadaa’Uhud para Sahabat radhiyallahu anhum, yang mana telah di ketahui tempat asal tersebut telah di landa banjir sehingga makam para pahlawan uhud ini terkuak dan jasad jasad mereka terlihat. Lalu diadakan penguburan kembali. (Banjir pertamakali pernah terjadi pada tahun 46 Hijriah (667 M) atau 43 tahun setelah Perang Uhud, jasad jasad mereka mengapung). “Salah satu dari jasad mereka yang aku pendam adalah Hamzah Bin Abdil Muthollib radhiyallahu anhuma”.

“Jasad beliau aku lihat sosok seorang yang gemuk dengan kondisi hidung dan kedua telinganya terpotong, perut nya terkoyak dengan posisi beliau menaruh tangannya diatas perutnya” (akibat perang persis seperti dalam hadits-pent). “Kemudian tatkala kami mengangkatnya dan membopongnya, dari tangannya mengalirlah darah segar”.

Melalui startimes.com
http://www.startimes.com/f.aspx?t=6676433
Journalis Islam melaporkan

0 komentar:

Posting Komentar