**
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts

Tuesday, April 30, 2013

Beli Baju Langsung Dipakai? Berbahaya!!

Seringkali saat kita membeli baju baru, karena sudah gandrung maka langsung memakainya tanpa perlu mencuci dahulu. Ternyata, kebiasaan ini bisa membahayakan kita. Beberapa laporan menunjukkan bahwa penggunaan bahan kimia beracun dalam pengolahan pakaian dapat menimbulkan reaksi alergi dan risiko lainnya terhadap kesehatan.

Bahan kimia tidak hanya mencemari air, makanan dan obat-obatan saja, tetapi juga dapat ditemukan dalam pakaian. Pakaian dari bahan kain rayon atau serat sintetis dibuat dengan menggunakan bahan-bahan kimia.

Produsen kain kebanyakan menggunakan bahan kimia beracun dalam pengolahan serat kain, bahkan hingga proses pengemasan pakaian. Setelah pakaian selesai di produksi, produsen biasanya menambahkan formaldehid untuk menjaga pakaian dari kerutan dan mencegah tumbuhnya jamur selama pengiriman.

Formaldehid sebagai pengawet pakaian ini juga menambah paparan racun pada pakaian. Kulit merupakan organ terbesar manusia, sehingga kebersihan dan keamanan pakaian dari bahan kimia perlu diperhatikan.

Selain bisa menimbulkan reaksi alergi yang parah terhadap formaldehid - khususnya bagi orang yang menderita alergi seperti ini - ada juga efek negatif jangka panjang terhadap kesehatan secara keseluruhan akibat paparan bahan kimia yang terlalu dekat dengan tubuh.

Bahan kimia beracun lainnya seperti formalin dapat digunakan untuk membuat serat sintetis untuk handuk dan selimut. Bahan kimia lain dalam pakaian yang umum digunakan adalah nonylphenol ehtoxylate (NPE).
Penggunaan NPE pada beberapa merek pakaian terkenal telah dibatasi di berbagai negara di Asia. Namun, sampai sekarang belum ada batasan penggunaan bahan kimia pada pengolahan pakaian di Cina dan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia seperti dilansir naturalnews.

Pakaian berwarna hitam dan yang menggunakan pewarna untuk bahan kulit sering mengandung p-phenylenediamine (PPD), yang dapat menghasilkan reaksi alergi. Senyawa organik volatil dan produk pemutih juga banyak sekali digunakan oleh industri tekstil.

Baca label pakaian terlebih dahulu sebelum membelinya dan hindari bahan-bahan sintetis seperti rayon, nylon, polyester, acrylic, asetat atau triasetat sebanyak mungkin. Jika terlalu sulit untuk meminimalkan pemilihan bahan pakaian tersebut, cuci dan keringkan baju-baju yang baru saja kamu beli sebanyak tiga kali pengulangan sebelum memakainya.


Sumber:
detik.
I'M RATU
***

Thursday, March 28, 2013

7 Makanan & Minuman Yang Paling Banyak Dipalsukan

      Sekarang sulit menemukan produk makanan yang murni dan terjangkau harganya, agar mendapat untung banyak, sebagian produsen mencampur produknya dengan bahan yang lebih murah, bagaimana jika bahan campurannya ternyata berbahaya?


      Journal of Food Science menganalisis 1,054 data dari riset ilmiah dan 251 pemberitaan media mengenai produk makanan palsu. 

      Berikut daftar bahan makanan dan minuman yang paling marak dipalsukan:



1. Minyak zaitun 



      Selama ini minyak zaitun dianggap sebagai minyak yang paling menyehatkan. Namun, Anda perlu memastikan minyak zaitun yang Anda beli 100% murni agar manfaatnya optimal. Soalnya, jenis-jenis minyak lain sering ditambahkan ke dalamnya, misalnya minyak jagung, hazelnut, atau kelapa sawit.


2. Susu



      Pemalsuan susu di Cina dan India mungkin akan membuat Anda tercengang. 

      Bahan yang digunakan bermacam-macam, mulai dari yang aman dikonsumsi seperti air, gula tebu, dan tepung tapioka, hingga bahan kimia berbahaya seperti caustic soda (untuk saluran air tersumbat), deterjen (agar muncul busa di susu), pupuk urea, dan formalin.


3. Madu




       Menurut artikel yang ditulis Huffington Post, sepertiga madu yang ada di Amerika Serikat berpotensi tercemar. Bisa jadi botol yang diberi label 'madu' sebenarnya berisi sirup jagung, glukosa, atau fruktosa yang kental dan berwarna keemasan. Bahkan, madu yang diimpor dari Cina berpotensi terkontaminasi antibiotik chloramphenicol dan logam berat.
4. Saffron
      Tak heran jika saffron kerap dipalsukan. Pasalnya, inilah rempah termahal di dunia. Bahan-bahan yang sering digunakan untuk membuat saffron palsu adalah serbuk cendana, tepung, pewarna kuning, dan benang gelatin

5. Jus Jeruk
      Belum lama ini, Amerika dikejutkan dengan orange juice yang terkontaminasi fungisida. Namun, tak banyak yang tahu bahwa orange juice yang sering kita minum bisa mengandung sari grapefruit, ekstrak bunga marigold, gula jagung, dan ekstrak paprika.
6. Kopi
      Kopi pun tak luput dari pemalsuan. Di dalamnya bisa terkandung chicory, jagung panggang, karamel, malt, glukosa, kacang-kacangan, dan maltodextrin.
7. Jus Apel
      Ternyata, jus apel bisa mengandung arsenik! Zat berbahaya ini dapat terkandung secara alami atau ditambahkan oleh manusia. Sirup jagung tinggi fruktosa, pemanis dari kismis, dan malic acid sintetis mungkin terdapat di dalamnya.
      Banyak nya makanan dan minuman yang dipalsukan, bukan berarti kita berhenti mengkonsumsinya bukan? Yang terpenting adalah bagaimana kita melindungi diri kita dan orang yang kita sayangi dari ancaman bahaya akibat mengkonsumsi makanan minuman diatas, dengan menggali dan mencari tahu lebih banyak tentang makanan minuman yang akan kita konsumsi. 
      Tetaplah selalu cerdas sebagai konsumen dan kritis terhadap kualitas, bukan hanya demi masa depan kita, tapi juga mereka yang kita sayangi.
*Dari berbagai sumber
***

Monday, February 25, 2013

Hati-hati Jika Anak Anda Suka Menangis Malam

 Jika bayi anda terbangun dan menangis secara teratur tiap malam di bulan pertama setelah ia lahir, mungkin itu hal biasa. Tapi jika ia meratap terus-menerus secara rutin selama satu tahun pertama, mungkin ini adalah sinyal dari prilakunya, perlu Anda mencurigainya.

Sebuah penelitian  di Eropa  tentang anak yang mengalami gangguan tidur, menangis terus menerus dan sulit makan, baru-baru ini dirilis sebuah jurnal penelitian, "Archives of Disease in Childhood."
Laporan tersebut menyebutkan, bayi yang selalu menangis dan bangun di malam hari sampai berusia tiga bulan, mereka hampir dua kali lebih mungkin mengalami masalah attention deficit hyperactivity disorder  (ADHD),  dimana anak cenderung depresi,  suka cemas, berperilaku agresif atau cenderung nakal dan menganggu orang lain saat mereka mulai sekolah. Masalah lain yang juga timbul, anak-anak menjadi kurang mampu megendalikan diri, dan tidak mampu menenangkan diri  dan susah bertindak dengan tepat dalam situasi sosial yang berbeda.
"Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara masalah kebiasaan di masa bayi dan gangguan perilaku atau ADHD, yang  berada di bawah kontrol, di mana anak-anak tidak dapat mengatur perhatian mereka, atau tidak mempunyai pegangan dan tidak dapat mengendalikan perilaku mereka," ujar Dieter Wolke, peneliti dan profesor psikologi perkembangan di Universitas Warwick di Inggris, seperti dikutip  dari laman Healthland, Jumat (22/4).

Bagaimana sebenarnya menangis kepanjangan dan makan yang dipilih-pilih bayi berkaitan dengan masalah perilaku? Wolke mengatakan,  memang data pendukung yang menghubungkan itu kurang jelas, tetapi ada beberapa kemungkinan. Pertama, menangis dan terbangun di malam hari hanya tanda-tanda pertama dari masalah perilaku yang melibatkan kurangnya kontrol diri.

Setiap bayi terbangun beberapa kali di malam hari dan mungkin mulai menangis, tetapi sebagian besar pada akhirnya akan belajar untuk menenangkan diri dan kembali tidur. Mereka akhirnya belajar bahwa tindakan menangis itu harus diakhiri karena ayah dan ibu tidak akan datang menenangkannya setiap kali mereka meratap di malam hari. Jika bayi sudah mengidap gangguan perilaku, bagaimanapun, mereka tidak mungkin dapat belajar tentang hal itu sehingga ia tetap tidak bisa mengendalikan diri dan dan episode menangis terus akan tetap berlanjut melewati tahun pertama.

Kedua,  beberapa bayi mungkin secara genetik rentan terhadap masalah mengatur tingkah laku mereka; khusus, para ilmuwan baru-baru ini mengidentifikasi versi dari gen yang terlibat dalam fungsi dopamin, yang mengatur suasana hati dan emosi serta fungsi motor, yang mungkin membuat beberapa bayi lebih rentan terhadap masalah perilaku. Tapi masalah ini hanya dialami 20 persen bayi.

Namun demikian penelitian ini dilakukan di Inggris yang pola asuh anak berbeda dengan di Indonesia, tapi tak ada salahnya jika anak Anda mengalami hal yang sama hendaknya segera dikonsulkan ke dokter spesialis anak. - Maifil

Sumber: dompet duafa.co.id
***
****