Jumat, 01 Maret 2013

ADA SUP BAYI (?!)





Penemuan Lengan Bayi di Gansu: Indikasi Kebenaran Adanya Sup Bayi

Dua potong lengan bayi ditemukan di dalam kantong plastik di sebuah tempat pembuangan sampah di Gansu, China. Lengan-lengan mungil itu berada dalam keadaan sudah matang karena dimasak. Keduanya juga ditemukan berlumuran irisan jahe, cabai, dan macam-macam bumbu masak lain. Seperti diberitakan koran terbitan Hongkong South China Morning Post edisi 14 April 2006 lalu, kasus itu diungkap oleh dua wartawan, yakni Tang Yuanzhi dan Lu Jinfeng, yang menerbitkan berita itu di surat kabar The Lanzau Morning Post di Gansu, China barat laut.

Berdasarkan berita tersebut, seorang polisi yang tak mau disebut jati dirinya menyimpulkan, kedua potong anggota badan bayi itu baru saja direbus. Namun, sehari setelah berita itu muncul, polisi Gansu mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan lengan-lengan itu berasal dari mayat yang digunakan untuk praktik di Sekolah Pengobatan Tradisional China di Gansu. Potongan tubuh itu secara tak sengaja terbuang ke tempat sampah. Menurut polisi Gansu, informasi bahwa potongan kedua lengan itu ditemukan bersama bumbu masak sama sekali tidak benar.

Selain itu yang mengejutkan, kedua wartawan yang mengungkap kasus tersebut langsung dipecat dari tempat kerjanya. Menurut siaran pers yang dilansir Pemerintah Provinsi Gansu, yang juga dikutip South China Morning Post, kedua wartawan itu dipecat untuk memberantas kebohongan dalam dunia jurnalistik dan periklanan.

Dari kasus tersebut tampaknya ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi oleh Pemerintah Daerah Gansu, apalagi dua wartawan yang mengungkap kasus tersebut menjadi tumbal. Barangkali hal itu terkait dengan merebaknya kabar adanya sup bayi di Guangdong, China belakangan ini. Disebutkan demi meningkatkan vitalitas seks, ada restoran yang menyediakan sup bayi. Biasanya, dengan merogoh kocek sekitar 3000-4000 Renminbi, sudah bisa menikmati semangkok sup bayi yang berusia 6,7 bulan, petinggi di Guangdong menyebutnya sebagai sup bermutu tinggi untuk menambah stamina seksual. Bayi yang baru berusia beberapa bulan, diberi bumbu penyedap seperti: dang shen (codonopsis pilosula), jahe, dan arak ditambah lagi dengan iga ayam, kemudian ditim selama 8 jam.

Ada cerita, seorang wartawan diajak ke sebuah restoran di Kota Foshan, Guangdong yang menyediakan sup bayi. Juru masak Li mengatakan bahwa iga daging (yang dimaksud sebenarnya adalah bayi) susah sekali mendapatkannya, tidak ada stok barang, kalau plasenta (ari-ari) bayi malah ada yang masih segar, tapi barang ini tidak boleh dibekukan, yang segar lebih baik. Ia menuturkan kepada wartawan, kalau benar mau makan iga daging, ada sepasang suami istri dari luar daerah yang sedang hamil 8 bulan lebih, dimana beberapa hari lagi akan mempercepat kelahirannya, jika bayi yang lahir perempuan lagi, maka bila tiba saatnya sudah bisa disantap.

Wartawan itu masih tidak begitu yakin, lalu setelah diselidiki selama beberapa pekan, tetap saja lebih banyak mendengarnya tapi tidak melihatnya sendiri, tidak lama kemudian, telepon berdering memberitahu bahwa iga daging sudah ditemukan di Taishan. Wartawan itu ikut ke Gunung Taishan, dan menemukan restoran yang dituju, juru masak Gao membawa rombongan itu dan menyaksikannya di dapur. Tapi melihat mayat bayi yang kecilnya hampir sama dengan kucing, berbaring di atas talenan, umurnya sekitar 5 bulan lebih, wartawan sedikit agak kecil hati. Gao menyatakan agak menyesal karena bayi perempuan itu didapat dari temannya di desa, dia tidak bersedia membeberkan harga bayi perempuan tersebut, namun besaran harganya dipatok berdasarkan usia bayi.

Harga semangkok sup bayi ini adalah 3500 Renminbi (Rp.3,85 juta). Menurut penuturuan wartawan yang melansir dari informasi tertentu, janin yang mati karena keguguran atau aborsi, oleh agen diganti beberatus Yuan yang dibayarkan kepada semacam dukun beranak, jika janin yang dilahirkan hidup, maka harus menyelipkan amplop sebesar 2000 Yuan kepada orang tua si bayi sebagai biaya adopsi, dan orang tua si bayi biasanya sangat bersyukur, tapi, mereka tidak tahu kalau darah dagingnya sendiri itu akan segera dibunuh dan disantap orang.

Ketika bayi-bayi perempuan itu dibawa ke restoran, konon katanya sudah tidak bernyawa, pelanggan tidak ada yang peduli apakah sebelumnya bayi-bayi itu masih hidup atau sudah tak bernyawa. Adapun proses pembuatan sup bayi itu yang diingat wartawan itu adalah pertama membersihkan bayi, kemudian membelah perut si bayi dan mengeluarkan jeroannya. Air dan bayi dimasukkan ke dalam panci direbus dan diberi bumbu. Setelah itu sup bayi siap disajikan!

Setelah melihat seluruh proses masakan sup bayi di dapur, si wartawan bukan saja tidak berani mencicipi masakan itu, bahkan lambungnya selalu merasa mual. Dalam keadaan tidak tahan, ia pura-pura mengatakan kurang enak badan lalu pergi meninggalkan tempat terkutuk itu. Gambar yang ditampilkan adalah foto yang direkam oleh wartawan tersebut di lokasi penjualan sup bayi. Dengan gusar wartawan itu mengatakan: "Ini adalah musibah politik Komunis China, rezim yang penuh dengan kejahatan, kebejatan, yang sudah saatnya dikutuk Tuhan!"

Tersedianya bahan sup bayi di sana juga dimungkinkan karena kebijakan satu anak di China. Jika diketahui ada wanita yang hamil setelah memiliki satu anak, dia akan dipaksa mempercepat kelahirannya. Setelah sosok janin lahir, lalu secara kejam akan dibunuh. Sorang staf dokter bagian persalinan rumah sakit di Beijing, memberitahukan bahwa setiap anak yang tidak dikehendaki kelahirannya (karena anak lebih dari satu), begitu lahir, juru rawat segera menyuntikkan cairan alkohol berdosis tinggi, dan bayi ini dipastikan akan meninggal. Bayi-bayi inilah yang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk dijual ke restoran khusus tadi.

Penemuan lengan bayi di Gansu, bisa saja merupakan indikasi bahwa di daerah tersebut juga ada restoran yang menyediakan sup bayi seperti di Guangdong. Memang, hanya di negara komunis semua kebobrokan moral bisa saja terjadi.

(Diolah dari sumber: kompas dan renminbao)
 http://dipta.blogdrive.com/archive/o-8.html

1 komentar:

  1. wah gimana rasanya sup bayi,,
    lihat doang juga pasti ngeri banget..

    BalasHapus