**

Tuesday, June 25, 2013

Muslim Prancis Demo Terhadap Serangan Muslimah

PARIS, muslimdaily.net, - Khawatir dengan meningkatkan serangan fisik terhadap masyarakat mereka, Muslim Prancis telah turun ke jalan untuk melakukan aksi protes serangan terhadap wanita yang memakai jilbab, agar mereka diberi perlindungan.

"Saya orang Prancis, saya seorang muslim, saya memiliki hak untuk martabat saya", kata Rabia, korban serangan Islamophobia, kepada Press TV pada hari Ahad, 23 Juni, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

"Mereka harus menghentikan Islamofobia.

"Saya tidak bisa mengerti mengapa jilbab saya adalah alasan untuk penyerangan."

Empat wanita Muslim baru-baru ini diserang secara fisik di Paris. Salah satu wanita Muslim yang berusia 21 tahun, telah keguguran setelah diserang pekan lalu oleh dua orang berkepala plontos saat berjalan di Argenteuil, pinggiran Paris.

 Laporan-laporan media pada awalnya mengatakan bahwa wanita hamil itu diserang karena dia bercadar. Tetapi kemudian ternyata ditemukan bahwa wanita itu hanya mengenakan jilbab tanpa cadar.

Serangan itu terjadi tiga minggu setelah seorang wanita Muslim berjilbab di Argenteuil juga diserang dengan cara yang sama.

Polisi Prancis juga mengundang kemarahan umat Islam di kawasan itu setelah mencoba untuk menangkap seorang wanita karena memakai cadar awal bulan ini. Prancis melarang pemakaian cadar di tempat umum pada tahun 2011. Pelanggar didenda 150 euro atau diminta untuk mengambil   kelas kewarganegaraan.

Perlindungan

Muslim Perancis telah meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat mereka.

"Pemerintah memiliki beberapa keterlibatan dalam kenyataan bahwa masyarakat Prancis masih tidak paham antara cadar dengan jilbab seperti yang saya pakai, banyak Muslim bertanya-tanya apakah pemerintah ingin membiarkan ini terus berlanjut," kata aktivis Muslim Sumeja Rahmani.

"Kementerian dalam negeri harus melindungi semua orang dari ketidakamanan terlepas dari perbedaan apapun seperti jenis kelamin, warna kulit atau agama."

Prancis adalah rumah bagi hampir enam juta Muslim , yang terbesar di Eropa. Muslim Prancis telah lama mengeluhkan diskriminasi dan meningkatnya sentimen terhadap mereka.

Sebuah jajak pendapat IFOP terbaru menemukan bahwa hampir setengah dari orang Prancis melihat Muslim sebagai ancaman terhadap identitas nasional mereka.

Muslim Perancis juga mengeluhkan pembatasan pembangunan masjid untuk keperluan ibadah mereka. [ahr]
Sumber: Muslimdaily.com [dengan penambahan seperlunya]

***

No comments:

Post a Comment