Jumat, 01 Februari 2013

NAMA TUHAN YME DLM 3 KITAB SAMAWI

SIAPAKAH ‘NAMA’ TUHAN Yang Maha Esa/Ahad/Wahid/1/Tunggal Pencipta alam semesta DIDALAM ALKITAB AHLUL KITAB, YAKNI DI ALKITAB TANAKH (Taurat, Nebim, Khetubim) UMAT YAHUDI, DAN DI ALKITAB BIBEL (TANAKH/PL + PB) UMAT KRISTIANI ??,

YAHWEH/YHWH, YESUS, ATAU KAH ALLAH..???

Seorang NABI dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu (saudara bani Israel, yakni bani Ismael), sama seperti aku (Musa), akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, ALLAHmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
(Tanakh/PL ; Ulangan 18:15)

Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, TIDAK ADA lagi NABI yang bangkit di ANTARA orang ISRAEL,
(Tanakh/PL ; Ulangan 34:10)

BENARKAH TUHAN MUSA & (BAPA) YESUS ADALAH YAHWEH ??
SILAHKAN SIMAK ULASANNYA SEBAGAI BERIKUT: :)


YAHWEH
NAMA YAHWEH/YHWH, sebagai NAMA/sebutan Tuhan didalam ALKITAB dimaksud umat Ahlul Kitab, SEBENARNYA adalah NAMA salah satu tuhan/dewa yang pernah DIPUJA bersama-sama dengan dewi Kesuburan oleh bangsa Israel kuno di Palestina, yakni dewi Asyera.

Penyebutan kata 'Tuhan' dari asal NAMA dewa YAHWEH ini diketahui dari bukti-bukti temuan arkeologi, inksripsi-inskripsi (prasasti/tulisan) kuno Kuntlet Ajrud dan Khirbet el-Qom;

a> Inksripsi kuno Kuntlet Ajrud, tempat ditemukannya berada di sekitar Nablus sekarang, dan seperti yang disebut oleh Andrew D. Clarke dan Bruce W. Winters (ed.), One God, One Lord; Christianity in a world of religious Pluralism, yang dalam bahasa Ibrani nya berbunyi:

Birkatekem le-YAHWE syomron we le ‘asyeratah
Yakni., Aku memberkati engkau demi YAHWEH dari Samaria dan demi ASYERA.

b> Inskripsi tulisan dari tanah liat pada 3 tablet (sejenis keramik) yang berasal dari dinasti I raja2 pagan Babel, dan seperti disebut oleh Friedrich Delitzsch bahwa ia mendapat informasi dari tablet tersebut bahwa terbaca kata 'YaWve ilu', 'Yave ilu', dan 'Yau'um ilu' yang berarti 'YAHWEH TUHAN'.

Sehingga dari temuan 3 tablet tersebut terbukti bahwa NAMA 'Yahweh' sebagai tuhan/dewa sudah dikenal di kerajaan pagan Babel sebelum tahun 2000 SM.

c> Seperti di inskripsi kuno tersebut, di ALKITAB pun disebutkan tentang berhala2 dan dewi Asyera bani Israel kuno dari dinasti kerajaan pagan Babel tersebut;

*Hakim 3:7; Umat Israel berdosa kepada TUHAN, Allah mereka. Mereka lupa kepada-Nya sehingga mereka beribadat kepada berhala-berhala Baal (dewa2 dinasti Babel:Yahweh) dan Asyera.
*2 Raja-raja 17:16; Mereka telah meninggalkan segala perintah TUHAN, Allah mereka, dan telah membuat dua anak lembu tuangan; juga mereka membuat patung Asyera, sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepada Baal (dewa2 dinasti Babel:Yahweh).
*Yeremia 23:27; yang merancang membuat umat-Ku melupakan nama-Ku dengan mimpi-mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan nama-Ku oleh karena Baal(dewa2 raja2 Babel:Yahweh).

JADI SEBENARNYA 'YAHWEH' TERSEBUT JELAS ADALAH NAMA TUHAN/DEWA KUNO BANGSA ISRAEL DARI DINASTI PAGAN BAAL/BABEL (BERSAMA DEWI ASYERA) YANG SANGAT DITAKUTI, DAN BUKAN NAMA TUHAN ATAU TUHAN PARA NABI ISRAEL YANG DIMAKSUD ALKITAB.

Kemudian karena “Nama” dalam teologi Yahudi lebih merujuk kepada “Kuasa di balik Ia yang di-Nama-kan”, maka orang-orang Yahudi hanya mempertahankan tetagramaton (keempat huruf suci: y h w h)/YHWH, tetapi TIDAK membacanya dalam tradisi lisan. Susunan huruf tetragrammaton YHWH tidak satu manusia ibranipun yang berani mengeja YHWH menjadi Yahweh ~ Yehovah ~ Yehuwa, dll.
Mereka meyakini salah satu perintah Tuhan dalam ALKITAB YAHUDI adalah diharamkannya menyebut namaNya secara sembarangan.

Kata YAHWEH itu sudah lazim dibaca (tradisi lisan) dengan sebutan ADONAY (Tuhan ku) atau HA-SHEM (“the Name”/Sang Nama) diantara orang-orang Yahudi.

Dan sebab sifat bani Israel yang angkuh, sombong, keras kepala, pembangkang, durhaka, hobby meng-edit Alkitab dengan merasa pinternya, dan ingkar/kafir kepada Allah dan nabi2Nya (Musa, dll) itulah sehingga mereka di-cap dengan sebutan ‘ULAR BELUDAK’ didalam ALKITAB, termasuk di Alkitab BIBEL.
[+Tanakh, Ulangan 31:27; "karena aku (Musa) tahu betapa durhaka dan keras kepalanya engkau (bani Jakob/Israel) ini. Sekarang saja, selagi aku masih hidup bersama kamu, kamu telah sedemikian mendurhaka terhadap ALLAH. Apalagi nanti, setelah kematianku".

+Matius 23:33-35, Yesus berkata; "Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka ?... dst]

AL-QUR'AN juga menyatakan tentang penyimpangan penyebutan NAMA2 Tuhan tersebut (seperti nama 'YAHWEH', dll) sbb;
*Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya (Allah), Kelak, mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka kerjakan – Qs. 7 al-a’raaf : 180


YESUS
Yesus hanyalah NAMA dari seorang anak manusia yang hidup di wilayah Palestina 20 abad silam, yang dari ke-3 agama dunia memiliki pandangan masing-masing seperti sebagai berikut :

- Umat Yahudi menganggap Yesus hanyalah seorang tukang kayu, pengkhotbah, guru, rabbi, penyembuh, pembuat mukjizat, dan tokoh Yahudi yang berasal dari kota Nazareth, Palestina/Israel. Mareka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias/Nabi/Rasul, apalagi sebagai Tuhan. Bahkan mereka berusaha membunuh Yesus karena dianggap menyesatkan banyak orang (Yahudi).

- Sebaliknya umat kristiani menganggap Yesus adalah Anak Allah, Tuhan, juga Mesias/Nabi, dll semua. Dalam doktrin Trinitas (trias-Unity/3Kesatuan), mengajarkan pemahaman yang menganggap Allah itu adalah Roh sebagaimana kemudian Roh Allah ditafsirkan menjelma menjadi manusia dan sebagai Roh Kudus.

- Sementara Islam menganggap Yesus bukan Tuhan, tapi ia hanyalah seorang manusia biasa yang diangkat/dipilih/diurapi/dinobatkan Allah menjadi Mesias/Nabi/Rasul penting dan merupakan salah satu dari Nabi Ulul Azmi.
Dalam Al-Qur'an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

NAMA Yesus memiliki padanan kata dalam bahasa Ibrani, Aram, Yunani, dan Arab sebagai berikut:

- Ibrani : IESHUA/YESHUA, bergelar HA-MASSHIAKH
- Arami : ESHUA bergelar HAMASIHA
- Yunani : IESOUS bergelar CHRISTOS --> English : Jesus Christ --> Indonesia:Yesus Kristus.
- Arab : IESA bergelar AL-MASIH.


ALLAH
KATA 'ALLAH' SEBAGAI NAMA DAN PADANANNYA SECARA SEMANTIK-ETIMOLOGI DALAM BAHASA IBRANI DAN ARAMI (ARAM/ARAMAIC/SYRIAC)

Kami tidak mengutus seorang Rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dan dimengerti oleh mereka –
Qs. 14 Ibrahim : 4

Dalam kata 'Allah', harus dipahami bahwa kata itu serumpun dengan kata-kata bahasa Semitik yang lebih tua yang dipakai di Timur Tengah, yakni Ibrani dan Arami.

Kata ‘Allah’ itu cognated/seasal secara Etimologi dengan :
kata Ibrani: El/Eli, Eloah, Elohe, Elohim; dan
kata Arami: Elohi, Elah, Alaha,
yang kesemuanya terdapat dalam Tanakh/PL ataupun dalam Targum (komentar-komentar Taurat dalam bahasa Arami yang lazim dibaca mulai dari zaman sebelum Ha-Masshiakh/Al-Masih, zaman Nabiullah Eisua/Isa/Yesus as hingga saat ini).

CONTOH :

1) Dalam bahasa Ibrani (bahasa yang dipakai Musa);

Bentuk Ibrani yang dekat dengan istilah Arami 'elah' dan Arab 'ilah', 'al-ilah' & 'Allah' adalah

- sebutan Eloah, spt :

Habakuk 3:3; “ELOAH mi-Teman yavo we Qadosh me-Har Paran, Selah”
terjemahannya : “Eloah akan datang dari negeri Teman, dan Yang Mahakudus dari pergunungan Paran, Sela.”

- sebutan Elohe, dalam Alkitab Bibel versi Israel berbahasa Ibrani yang menterjemahkan 'Kyrios/Tuhan' dari Bibel tertua berbahasa Yunani dengan sebutan 'Yehovah/Yahweh', spt;

Ulangan 18:15; navi' miqirbekha me'akheykha kamoni yakim lekha yehovah 'ELOHE'ykha 'elav tisyma'un,
terjemahannya : Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. -

- sebutan Eli, spt;
Mazmur 22:; Eli, Eli lamah ‘azvatani (Eli, Eli lama sabaktani..)
terjemahannya : Eli, Eli, mengapa Kau tinggalkan aku?


2) dalam bahasa Arami (bahasa ibu Yesus, atau yang dipakai Yesus)..

Perlu diketahui sebelumnya bahwa sebagian kecil Kitab Tanakh/PL juga ditulis dalam bahasa Arami, yakni beberapa pasal Kitab Ezra dan Kitab Daniel.

Ini bukti ayat-ayat yang menggunakan kata 'ALLAH' dengan semantik/sebutan seperti sebagai berikut ::

- sebutan Elah, spt:

Daniel 5:1; “Be Shum ELAH Yisra’el …”
terjemahannya : “Demi Nama Allah Israel…”

Daniel 2:47; “…di Elahekon hu ELAH Elahin, umara Malekin
terjemahannya : “Sesungguhnya ELAH-mu itu elah yang mengatasi segala elah dan berkuasa atas para raja.

- sebutan Elohi, spt;

Markus 15:33, Elohi, Elohi, l’mah sh’vaktani (Elohi, Elohi, lama sabaktani..)
terjemahannya : Elohi, Elohi, mengapa Kau tinggalkan aku?

- dsb..


PENYEBUTAN ‘NAMA’ ALLAH SEBAGAI NAMA TUHAN DI LINGKUNGAN UMAT KRISTIANI KUNO (Nazarethan/Nashara/Nasrani) DI SYRIA (Syam) SEBELUM MASA ISLAM (PRA-ISLAM).

Sementara inskripsi (tulisan/prasasti) kuno Khirbet el-Qom dan Kuntlet Ajrud telah membuktikan bahwa ‘nama’ YAHWEH adalah NAMA dewa bani Israel kuno, maka dalam inskripsi/tulisan kuno pula, ditemukan BAHWA sebelum zaman Islam (pra-Islam), ‘NAMA’ Allah sudah disebutkan sebagai NAMA bagi Pencipta langit dan bumi bagi umat KRISTIANI Arab (Nasrani kuno) di wilayah Syam/Syria, sebagai berikut:

a) Inskripsi Zabad
Inskripsi ini ditemukan pada tahun 1881 di kota Zabad, sebelah tenggara kota Allepo (Arab: Halab), sebuah kota di Syria sekarang. Inskripsi Zabad ini telah dibuktikan tanggal tahunnya berasal dari zaman sebelum Islam, tepatnya di tahun 512 Masehi (Muhammad saw lahir tahun 571 Masehi).

Menariknya dari inskripsi ini adalah bahwa inskripsi ini diawali dengan perkataan Bismi-al-lah, “Dengan Nama al-lah” (bentuk singkatnya: Bismillah, “Dengan Nama Allah”).
Bunyi lengkap inskripsi arab umat Kristen di Syria tersebut adalah sebagai berikut:

“Bism’ al-lah: Serjius bar ‘Amad, Manaf wa Hani bar Mar al-Qais, Serjius bar Sa’d wa Sitr wa Sahuraih”
terjemahannya : Dengan Nama Allah: Sergius putra Amad, Manaf dan Hani putra Mar al-Qais, Sergius putra Sa’ad, Sitr dan Shauraih.

b) Inskripsi Ummul Jimal
Inskripsi pra-Islam yang ditemukan di Ummul Jimal ini dari pertengahan abad ke-6 Masehi.
Menurut Yasin Hamid al-Safadi, dalam The Islamic Calligraphy, inskrpsi Ummul Jimal ini membuktikan bahwa berbeda dengan yang terjadi di Arab selatan, di sekitar Syria nama ‘Allah’ disembah sebagai Tuhan secara benar oleh umat Kristiani kuno.

Kalau inskripsi Zabad diawali dengan perkataan ‘Bismi-al-lah’, maka inskripsi Ummul Jimmal diawali dengan kata-kata ‘Allah Ghafran’ (Allah Yang Maha Mengampuni).
Dan bahkan menurut Spencer Trimingham, dalam bukunya Christianity among the Arabs in the pre-Islamic Times, membuktikan bahwa pada tahun yang sama dengan diadakannya Majma’ (Konsili) di Efesus (431 Masehi), di wilayah suku Arab Hartis (Yunani: Aretas ) dipimpin oleh seorang uskup yang bernama ‘Abd Allah (Hamba Allah).

Mungkin umat Kristiani kuno (Nasrani) yang dimaksud pemilik inskripsi2 kuno Syria tersebut adalah Kristen dari Nasrani sekte Rasuli/Apostolic church, atau NASRANI BERIMAN yang dimaksud oleh Muhammad saw saat itu yang mana masih memegang teguh ajaran Yesus as yang asli, lurus, yakni ajaran Tauhid dan yang mengakui bahwa Yesus hanyalah seorang apostle/rasul utusan Allah, yang tawadu'/setia menjaga ajaran kasih Injilnya, dan kemudian menjadi Muallaf, pengikut nabi Muhammad saw setelah kelahiran/kedatangan beliau sebagaimana Mesias/Nabi dimaksud yang telah dinubuatkan didalam Alkitabnya, sebagaimana dikisahkan didalam Al-Qur'an Qs 5:82-83;

"Sesungguhnya akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman (Islam) ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik (kafir). Dan sesungguhnya akan kamu dapati (orang) yang paling dekat kasih-sayangnya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang NASRANI ". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka (Nasrani beriman Apostolic Church, Gereja Apostle/Rasuli dahulu) itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (yang) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu akan melihat mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab2 mereka sendiri), seraya berkata; "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw).


APAKAH ALLAH MUSA DAN YESUS BERBEDA DENGAN ALLAH MUHAMMAD ??

SILAHKAN BUKA & BACA AYAT2 ALKITAB DAN ALQUR'AN, SEPERTI CONTOH BERIKUT INI:
- Kata2 Musa;
Ulangan 4:39; “Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: TUHAN SATU-SATUNYA ALLAH, DI LANGIT DAN DI BUMI; TAK ADA YANG LAIN.”
[Lihat yang lainnya : Ulangan 4:35, 5:7, 6:4, 33:26,Keluaran 9:14, 20:3, dll]

- Kata2 Yesus;
Yohanes 17:3; Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal ENGKAU, SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR,
[Lihat yang lainnya : Lukas 4:8, Markus 10:18, 12:29, 19:17, Matius 4:10, dll]

- Kata2 Muhammad;
QS 4:87; "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia...
[Lihat yang lainnya : QS 4:36, 22.71, 23.117, 26.213, 28.88, 37.4, dll]

NAH SEPERTI AYAT2 TERSEBUT DIATAS., DIMANAKAH LETAK PERBEDAAN TUHAN ALLAH (ALAHA/ELOHA/..) NYA MUSA, YESUS, & MUHAMMAD ??

SAMA SEKALI TIDAK ADA, BAIK PENYEBUTAN (semantik-etimologi) 'NAMA' TUHANNYA, MAUPUN 'KONTEKS/MAKNA/SIFAT' OKNUM TUHAN NYA (Yang Esa, SATU-SATUnya, tidak terpecah/membelah/terbagi/berbagi2an, tiada yang lain, baik jelmaan (palsu/jadi2an) maupun tuhan sekutu lain), PUN ADALAH BENAR2 PERSIS SAMA..


JADI KESIMPULANNYA:

BAHWA SEBAGIAN UMAT/MANUSIA (KRISTIANI/YAHUDI) YANG:
- BERANGGAPAN BAHWA “NAMA TUHAN SEBENAR NYA DI ALKITAB ADALAH 'YAHWEH/YHWH’ atau apalagi Yesus sebagai NAMA anak manusia’, BUKAN BERNAMA 'ALAHA/ELAHA/ELOHE/ALLAH/...”, ATAU
-BERANGGAPAN BAHWA “ALLAH TUHAN NYA MUSA TIDAK SAMA DENGAN ALLAH TUHANNYA MUHAMMAD/MOSLEM”, ATAU
-“BERANGGAPAN BAHWA “LAI SALAH TERJEMAHAN DENGAN MENCANTUMKAN NAMA 'ALLAH' SEBAGAI NAMA TUHAN NABI2 DI ALKITAB, BUKAN 'YAHWEH” ,

MAKA HAL TERSEBUT ADALAH SUATU KESALAHAN BESAR, YANG SANGAT FATAL, sungguh2 dalam kebodohan/kesesatan yang nyata kepada dirinya sendiri.., YANG MANA BERARTI BAHWA MEREKA :

i) TIDAK MEMAHAMI LATAR BELAKANG AGAMA2 BANI ISRAEL (AHLI/PEWARIS KITAB) YANG NOTABENE MEMPUNYAI RIWAYAT PEMAKAIAN NAMA ‘ALAHA/ALLAH/….’ SEBAGAI NAMA TUHAN NABI2 BANI ISRAEL DIDALAM TANAKH/PL & PB ALKITAB NYA., MEREKA HANYA MEMAHAMI MENURUT KONTEKS/PAHAM/DOGMA IMAM NYA YANG MENYESATKAN MEREKA.

ii) MENOLAK LATAR BELAKANG AGAMANYA YANG BERSUMBER DARI AGAMA SEMITIK (TIMUR TENGAH ATAU AGAMA SAMAWI) YANG DARI SEGI SEMANTIK (ilmu pengucapan kata/bahasa), ETIMOLOGI (ilmu asal usul kata/bahasa) DAN FILOLOGI (ilmu perbandingan kata/bahasa) MEMILIKI AKAR KATA/BAHASA YANG SAMA, ALIAS SERUMPUN (IBRANI, ARAMI, & ARAB)

iii) DAN YANG PALING PARAH LAGI, MEREKA MENOLAK TUHAN YANG DITUHANKAN OLEH ABRAHAM, ISHAQ, YA'KOB, MOSHE/MUSA, & YESUS/ESUA HA-MASSHIAKH, DAN NABI2 LAINNYA DI ALKITAB, YAKNI TUHAN YANG BERNAMA ‘ALLAH/ALAHA/....’ SEBAGAIMANA FAKTA TUHAN DENGAN SOSOK, SIFAT, DAN NAMA-NYA YANG SAMA DI ALKITAB..
naudzubillahi min dzaliq..


Dan sebagai info; sebagaimana di Alkitab LAI, kata ‘Allah’ dalam ungkapan 'Laa ilaha ilallah' pun dijumpai didalam Alkitab terjemahan Bahasa Arab, 1 Korintus 8 : 4-6 yang berbunyi :

“… wa’an Laa ilaha ilallah al-ahad, …faa lana ilahu wahidu wa huwa al-Abu iladzi minhu kullu sya’in wa ilahi narji’u, wa huwa rabbu wahidu ..”,
yang berarti : Dan sesungguhnya tidak ada ilah selain Allah, Yang MahaEsa … dan bagi kita hanya ada satu ilah/sembahan yaitu Bapa, yang dari-Nya berasal segala sesuatu dan kepada-Nya kita akan kembali..(glekh.. :o )


NB:
PENGGUNAAN BAHASA IBRANI, ARAMI, DAN YUNANI PADA MASA NABIULLAH ESHUA/YESUS HAMASIHA

Perlu diketahui sebelumnya bahwa PENGGUNAAN Ha B’rit ha-Hadasah (Perjanjian Baru bahasa Ibrani) oleh umat Kristiani saat ini, itu BUKANLAH teks bahasa aslinya Alkitab Perjanjian Baru. Tetapi Perjanjian Baru berbahasa Ibrani itu adalah hasil terjemahan dari bahasa Yunani dari Bibel tertua yang ada. Dan karena itu, dalam Perjanjian Baru berbahasa Ibrani Israel ini tentu saja akan dijumpai nama Yahwe (Yehova).
Penerjemahan Bibel bahasa Yunani ke bahasa Ibrani Israel ini dilakukan oleh United Bible Society in Israel, baru pada tahun 1970-an.

Perjanjian Baru yang asli (tertua yang ada) ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Dan para pengikut (rasul dalam istilah Kristiani) Yesus dan penulis Injil Riwayat Yesus tidak mempertahankan nama diri Yahwe. Meski memang bahwa Yesus ketika masuk ke sinagoge (tempat suci Yahudi), beliau sering mengutip teks-teks Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani, seperti diriwayatkan dalam Lukas 4:17-20 tentang Tanakh nabi Yesaya;

"Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku (Yesaya), oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya."

Namun beliau tidak pernah mengutip nama Tuhan nya sebagai nama dengan sebutan 'Yahweh/YHWH', kecuali selalu dengan namaNya 'Elohi/Eli'.
Sebagaimana juga harus dipahami bahwa beliau juga telah bercakap-cakap dalam bahasa Arami (Suryani) dengan murid-murid-Nya sebagai “bahasa ibu/daerah” masyarakat Yahudi pada zaman itu.

Penulisan Kitab2 dalam Perjanjian Baru oleh para pengikut Yesus, seperti Injil-Injil RIWAYAT Yesus (bukan Injil Yesus yang dimaksud moslem imani) tersebut dalam bahasa Yunani., karena bahasa ini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di seluruh wilayah kekaisaran Romawi pada zaman itu.

Meskipun demikian, Perjanjian Baru Yunani itu tidak dapat dipahami tanpa melihat latar belakang budaya Arami. Oleh karena kitab ini masih memelihara beberapa ungkapan bahasa Arami, bahasa asli Yesus, yang waktu itu juga biasa disebut Ibrani, sebab dianggap sebagai salah satu dialek tutur saja bagi masyrakat Yahudi di Galilea.
Beberapa contoh kata Arami yang dipelihara itu, antara lain: Talita Kum (Mark 5 : 41), Gabbata (Yohanes 19 : 13), Maranatha (1 Korintus 16 : 23).

Dalam penulisannya, para penulis kitab-kitab dalam Perjanjian Baru (rasul dalam istilah Kristiani) menterjemahkan Kyrios (Tuhan) sebagai kata ganti Yahweh (Adonai).

Contoh misalnya dalam Haddebarim/Ulangan 6:4 dalam bahasa asli (Ibrani):

“Syema Ysrael, Adonai Elohe nu, Adonay Ehad”.
yang terjemahannya; Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Kutipan (serupa) ayat Ulangan 6:4 diatas ini ditemukan dalam Markus 12:29, di mana nama Yahwe (Adonai) diterjemahkan sebagai nama Kyrios yakni berarti Tuhan, mengikut terjemahan Yunani Septuaginta:

“Akoue, Israel, Kurios ho theos hemin, kurios eis esti”
yang terjemahannya; Dengarlah wahai Israel, Kurios (Tuhan) itu Theos/Allah kita, Kurios/Tuhan itu Esa.

Seperti Markus, sang penulis Injil Riwayat pun tidak mempertahankan nama YAHWEH/YHWH sebagai nama Tuhan. Lalu, apakah mereka berani berkata bahwa seluruh penulis Perjanjian Baru itu juga seperti sebagaimana penterjemah LAI tidak memakai nama 'Yahweh/YHWH' sebagai NAMA Tuhan di ALKITAB adalah SALAH ?


JADI SEKALI LAGI, jika masih ada umat Kristiani yang beranggapan atau memaknai bahwa YAHWEH/YHWH sebagai NAMA Tuhan atau Tuhan yang sebenarnya didalam Alkitab, maka silahkan dicheck/dipelajari lagi bagaimana bahasa Aram, dan bagaimana bahasa Yesus sehari hari menyebutkan NAMA Tuhannya dengan sebutan Elohi/Elie (BUKAN Yahweh/YHWH) didalam Alkitab Injil Riwayat Kanonik.

0 komentar:

Posting Komentar