**
Showing posts with label Wanita Dlm Frespektif Islam. Show all posts
Showing posts with label Wanita Dlm Frespektif Islam. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

Busana Muslim Terkenal Rancangan Seorang Muallaf Belia

[BIOGRAFI HANA TAJIMA SIMPSON]


Hana Tajima Simpson, siapa fashioner Inggris yang tak mengenalnya? Lama bergelut dengan dunia mode, ia kini menekuni lini busana Muslimah trendy namun tetap syar'i, dengan label Maysaa.
 


Nama Hana Tajima Simpson menjadi topik perbincangan di kalangan blogger Muslimah. Di kalangan para blogger, nama perempuan blasteran Jepang-Inggris itu dikenal karena gaya berjilbabnya yang unik dan lebih kasual. Sosok Hana pun telah menghias sejumlah media di Inggris dan Brazil. Hana yang dikenal sebagai seorang desainer membuat kejutan lewat produk berlabel Maysaa. Produk yang telah dilempar ke pasaran dunia itu berupa jilbab bergaya layers (bertumpuk). Melalui label itu, Hana mencoba memperkenalkan gaya berbusana yang trendi, namun tetap sesuai dengan syariat Islam di kalangan Muslimah.

Kini, produk busana Muslimah yang diciptakannya itu tengah menjadi tren dan digandrungi Muslimah di negara-negara Barat. Semua itu, tak lepas dari kegigihannya dalam mempromosikan Maysaa. Tak cuma itu, kini namanya menjadi ikon fesyen bagi para Muslimah di berbagai negara. Mengenai gaya berjilbab yang diusung Hana, skaisthenewblack.blogspot menulis, “Dia (Hana) memiliki gaya yang hebat. Sangat elegan dan chic, namun tetap terlihat sederhana”. Ternyata, busana Muslimah pun bila dikreasi secara kreatif dan inovatif bisa mewarnai dunia fesyen internasional.


Sejatinya, gaya berjilbab yang ditunjukkan perempuan berusia 23 tahun itu kepada para Muslimah di berbagai negara tercipta secara tidak sengaja. Hana yang saat itu baru memeluk Islam ingin sekali menggenakan jilbab. Ia memeluk Islam saat usianya baru menginjak 17 tahun. “Sebagai seorang desainer, awalnya saya merasa frustrasi melihat gaya berbusana sebagian besar Muslimah yang kurang bervariasi,” ungkapnya dalam sebuah wawancara khusus dengan HijabScraft.



Busana-busana rancangannya kerap diulas majalah mode negeri itu. Bahkan, majalah sekelas Vogue pun pernah memajang kreasinya.

Ciri rancangan Hana adalah simpel, mengikuti tren, dan tentu saja, tetap syar'i. Rancangannya jauh dari kesan bahwa busana Muslimah itu harus kedodoran, padanan warnanya norak, dan tak rapi. 

"Menjadi Muslimah di negara barat dapat sedikit enakutkan. Anda tahu, busana juga bisa menciptakan sesuatu yang akan membantu Muslimah di mana-mana terus termotivasi untuk tetap mengenakan hijab namun juga "diterima" karena pakaian mereka," ujarnya.




Hana belajar dari pengalamannya. Ia menjadi mualaf lima tahun lalu. Sejak bersyahadat, ia memutuskan untuk berbusana Muslimah. "Seluruh pakaian masa lalu, saya wariskan pada adik perempuan saya," ujarnya.

Ia memadupadan sendiri penampilannya. Hingga akhirnya ia sadar, harus berbuat sesuatu untuk "mendandani" Muslimah. Maka ia merintis blog fashion, sebelum akhirnya membuat majalah mode dan lini produk sendiri, Maysaa.





***

Mengorek masa lalu Hana, tak semudah menemukan artikel tentang karya-karyanya. Ia memang tak begitu suka mengumbar kisah pribadinya. Hana hanya memberi sedikit bocoran: ayahnya, Tajima, berasal dari Jepang dan ibunya dari Inggris. Mereka kemudian menetap di London.

Ia menjadi Muslim saat menginjak bangku kuliah. Hana menyatakan, ia muak dengan kehidupan anak muda London yang  tak bisa lepas dari pub dan pergaulan bebas. Dia sendiri mengaku sangat berminat pada filsafat.


Suatu ketika, ia mengaku bingung dengan kehidupannya. Bukan ikut-ikutan teman-temannya lari ke pub, ia memilih untuk menenggelamkan diri melahap buku-buku filsafat. Juga isu-isu gender.

"Semakin banyak saya membaca, semakin saya  menemukan diri saya setuju dengan ide-ide Islam," ujarnya. Namun saat itu ia masih tidak ingin menjadi Muslim. "Hingga tiba di  suatu titik di mana saya tidak bisa mengatakan tidak pada diri saya tentang kebenaran agama ini, maka saya bersyahadat," ujarnya.






***
Hana mulai mengenakan jilbab di hari yang sama ia bersyahadat. "Pada tingkat pribadi, itu adalah cara yang baik untuk membedakan apa yang telah terjadi sebelumnya dalam hidup saya, dengan apa yang akan terjadi di depan saya," ujarnya. 




Ia pergi bersyahadat di antar sang adik yang berprofesi sebagai seorang fotografer. Sepanjang perjalanan, ia menjadi objek fotografi adiknya. 

Pada awal berjilbab, ia merasa "keluar dari diri saya". Padahal, ia sudah merancang busana-busananya -- Hana menjadi perancang sejak usia belia -- senyaman mungkin.  "Ada hari-hari ketika saya mendapatkan seseorang memberi saya tatapan kritis, tapi saya tahu kenapa inilah salah satu risiko penegasan konstan dari apa yang saya percaya," ujarnya. 





Bahkan di lingkungan teman dekatnya, semua agak berubah menjadi canggung setelah ia berjilbab. "Ketika aku menjadi lebih nyaman dengan itu semua, orang-orang lebih santai. Pada umumnya diperlukan waktu sekitar 5 menit bagi seseorang untuk berhenti berpikir 'mengapa ia memakai hal di atas kepalanya' dan benar-benar berkomunikasi dengan kita secara wajar," ujarnya. 







Berbarengan dengan itu, ia membuat blog StyleCovered, berisi panduan berjilbab. Ia mengambil arus yang berbeda berdasar pengalamannya: busana casual yang simpel, hampir seperti "busana sopan" yang dikenakan wanita lain sehari-hari. Dengan gaya busana ini, orang lain tak akan "kaget" atau canggung. 

Tak diduga, blognya laris manis dan jadi rujukan Muslimah tak hanya di Inggris tapi juga berbagai negara. Ia pun mulau rajin mengeluarkan rancangan-rancangannya sendiri. 

Ia mengaku banyak terinspirasi Muslimah Indonesia dalam merancang busana. "Saya mendapatkan inspirasi begitu banyak dari gadis-gadis Indonesia yang memakai jilbab. Cara mereka memadankan warna tidak seperti tempat lain, dan itu sesuatu yang saya sedang mencoba untuk dimasukkan ke dalam gaya saya sendiri," ujarnya. 






Dengan maksud ingin menunjukkan kepada masyarakat Barat bahwa para perempuan Muslim pun dapat tampil di muka umum dengan gaya berbusana yang modis dan chic, serta mengikuti tren fesyen terkini, Hana mulai tergerak untuk mendesain gaya busana Muslimah lengkap dengan jilbabnya yang berbeda dengan yang sudah ada pada saat itu. Selain unik, gaya berbusana yang diusung Hana ini pada dasarnya tidak pernah benar-benar mengikuti tren fesyen yang pada saat itu tengah digandrungi di negara-negara Barat pada umumnya. “Suatu hari saya akan tampil dengan gaya glamor ala Hollywood dan (hari) berikutnya saya akan terobsesi dengan gaya rock/grunge di tahun 90-an,” paparnya.
Ia mengatakan cenderung menjaga hal-hal yang dianggap kecil dan sederhana dalam mendesain sebuah fesyen. Hana pun secara terus terang mengaku tertarik untuk mengkreasikan sesuatu, seperti memadankan jaket kulit vintage dengan gaun panjang bermotif bunga-bunga. Untuk mempopularkan gaya berbusananya, Hana memanfaatkan jaringan internet dengan membuat laman web pribadi yang diberi nama stylecovered.com. Saat itu, Hana belum sempat memberikan label untuk produk yang didesainnya itu.
Tanpa disangka, gaya berbusana yang ditampilkan dalam laman webnya itu menarik minat para blogger Muslimah di Inggris. Berawal dari situlah, Hana kemudian memutuskan untuk mendirikan Maysaa, sebuah rumah desain dan fesyen yang terinspirasi dari fesyen Barat namun tetap disesuaikan dengan kaidah Islam.
Kendati Maysaa ditujukan untuk para wanita Muslim, namun Hana tidak menampik hasil rancangannya ini juga bisa dikenakan oleh kalangan wanita non-Muslim. “Saya tidak bisa mengatakan pakaian yang saya buat hanya untuk wanita Muslim atau untuk wanita non-Muslim, karena kehidupan saya pada dasarnya juga merupakan percampuran dari keduanya. Karenanya, saya suka membuat rancangan dari perspektif yang sangat pribadi,” terang perempuan yang sudah mulai merancang sejak usia lima tahun itu.
Memeluk Islam

Sebelum mengucap dua kalimat syahadat, Hana adalah seorang pemeluk Kristen. Ia tumbuh di daerah pedesaan di pinggiran Devon yang terletak di sebelah barat daya Inggris. Kedua orang tuanya bukan termasuk orang yang religius, namun mereka sangat menghargai perbedaan. Di tempat tinggalnya itu tidak ada seorang pun warga yang memeluk Islam. Persentuhannya dengan Islam terjadi ketika Hana melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. “Saya berteman dengan beberapa Muslim saat di perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam pandangan Hana, saat itu teman-temannya yang beragama Islam terlihat berbeda. “Mereka terlihat menjaga jarak dengan beberapa mahasiswa tertentu. Mereka juga menolak ketika diajak untuk pergi ke pesta malam di sebuah klub,” tutur Hana. Bagi Hana, hal itu justru sangat menarik. Terlebih, teman-temannya yang Muslim dianggap sangat menyenangkan saat diajak berdiskusi membahas materi kuliah. Menurut dia, mahasiswa Muslim lebih banyak dihabiskan waktunya untuk membaca di perpustakaan ataupun berdiskusi.
Dari teman-teman Muslim itulah, secara perlahan Hana mulai tertarik dengan ilmu filsafat, khususnya filsafat Islam. Sejak saat itu pula, Hana mulai mempelajari filsafat Islam dari sumbernya langsung, yakni Alquran. Dalam Alquran yang dipelajarinya, ia menemukan fakta bahwa ternyata kitab suci umat Islam ini lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

“Di dalamnya saya menemukan berbagai referensi seputar isu-isu hak perempuan. Semakin banyak saya membaca, semakin saya menemukan diriku setuju dengan ide-ide yang tertulis di belakangnya dan aku bisa melihat mengapa Islam mewarnai kehidupan mereka (teman-teman Muslimnya-Red),” ungkapnya.
Rasa kagumnya terhadap ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Alquran pada akhirnya membuat Hana memutuskan untuk memeluk Islam. Tanpa menemui hambatan, ia pun bersyahadat dengan hanya disaksikan oleh teman-teman Muslimahnya. “Yang paling sulit saat itu adalah memberitahukan kepada keluargaku, meskipun aku tahu mereka akan bahagia selama aku juga merasa bahagia.”  ed; heri ruslan
Memilih Berjilbab
Tak semua Muslimah tergerak untuk menutup auratnya dengan jilbab. Namun bagi Hana Tajima, jilbab adalah identitas seorang Muslimah. Sebagai seorang mualaf, desainer busana Muslimah yang sedang menjadi pusat perhatian itu memilih untuk mengenakan jilbab. Seperti halnya saat memutuskan untuk memeluk Islam, keputusan hana untuk mengenakan jilbab juga datang tanpa paksaan. “Saya mulai mengenakan jilbab pada hari yang sama di saat saya mengucapkan syahadat. Ini merupakan cara yang terbaik untuk membedakan kehidupan saya di masa lalu dengan kehidupan di masa depan,” paparnya seperti dikutip dari hijabscarf.blogspot.com.
Keputusannya untuk mengenakan jilbab kontan memancing reaksi beragam dari orang-orang di sekitarnya, terutama teman dekatnya. Sebelum mengenakan jilbab, Hana paham betul dengan semua konotasi negatif yang disematkan kepada orang-orang berjilbab. “Saya tahu apa yang mereka pikirkan mengenai jilbab, tetapi saya akan bersikap pura-pura tidak mengetahuinya. Namun seiring waktu, orang-orang di sekitarku kini bisa bersikap lebih santai manakala melihatku dalam balutan jilbab,” papar Hana sumringah.
Dalam blog pribadinya Hana mengakui bahwa menjadi seorang Muslimah di sebuah negara Barat dapat sedikit menakutkan, terutama ketika para mata di sekitarnya menatap dengan tatapan aneh.  Maklum saja, di negara-negara Barat, sebagian penduduknya telah terjangkit Islamofobia. Tak sedikit, Muslimah yang mengalami diskriminasi dan pelecehan saat mengenakan jilbab. Bahkan, di Jerman beberapa waktu lalu, seorang Muslimah dibunuh di pengadilan karena mempertahankan jilbab yang dikenakannya.
“Karena itu, mengapa saya ingin menciptakan sesuatu yang akan membantu para Muslimah di mana pun untuk terus termotivasi mengatasi rasa takut itu,” ujar Hana. Kini, dengan busana Muslimah yang dirancangnya, kaum Muslimah di negara-negara Barat bisa tampil dengan busana yang bisa diterima masyarakat tanpa meninggalkan aturan yang ditetapkan syariat Islam
Kini, ia menjadi ikon baru generasi muda Inggris. Muda, energik, modis, dan...Muslim.

SITUS RESMI/BLOG HANA TAJIMA SIMPSON
Facebook Resmi (Official): 

Twitter Resmi (Official): 

Tumblr Resmi (Official): 

Pinterest Resmi (Official):

references by : http://agunkzscreamo.blogspot.com/2013/07/biografi-hana-tajima-simpson.html#ixzz2dWHQnW2E
***

Tuesday, April 2, 2013

Wasiat Kebaikan Pada Wanita

BERWASIAT DENGAN KEBAIKAN KEPADA WANITA


“Dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena sesungguhnya dia diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas, jika kamu berusaha untuk meluruskannya, niscaya akan patah, jika kamu membiarkannya, niscaya tetap bengkok, maka berwasiatlah terhadap wanita dengan kebaikan.”
[Hadist Riwayat Muslim, no.3720]
***

Friday, February 1, 2013

TIDAK DIHALALKAN BAGI SEORANG ISTRI..


Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Tidak dihalalkan bagi seorang istri berpuasa sunat ketika suaminya di rumah melainkan dengan izin suaminya. Dan tidak boleh bagi istri mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya melainkan dengan izin suaminya."
(Bukhari - Muslim)

==============

CATATAN
**Mohon maaf para pengunjung/Netter....
Halaman ini blm semua rampung,dikarenakan butuh waktu untuk merangkum Hadist yg begitu banyak.
Dan tentunya masih banyak kekurangan yg perlu diperbaiki....! Sekali lg mhn ma'af dan terima kasih Anda telah berkunjung....
Kritik dan saran tentu kami harapkan, jazakullah khoir....
>>admin>>


Silahkan ke Link:
KUMPULAN HADIST

Disarankan Juga:
DIALOG ANINDA VS PDT HERBERT C. SIMPSON 1/3



***

Tuesday, December 11, 2012

WANITA DALAM HADITS


-----------------Wanita dalam Hadist------------------

Kepemimpinan

Rasulullah SAW Bersabda:
"Seorang suami pemimpin di keluarganya dan ia pun akan di tanya tentang kepemimpinannya, seorang istri sebagai pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya."
(HR Bukhari).
------------------------------------------------------------

Pakaian dan Popularitas

Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka."
(HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
------------------------------------------------------------

Pakaian Tipis

Rasulullah SAW Bersabda:
"Dua golongan dari umatku yang kelak tidak akan aku lihat ialah:
1.Suatu kaum yang membawa cemeti seraya memukulkannya kepada manusia laksana seekor sapi
2.Wanita-wanita yang berpakaian, namun telanjang berjalan melenggak-lenggok ke kanan dan ke kiri, di atas kepalanya rambutnya meninggi bagaikan punuk unta yang bergoyang ke kanan da ke kiri.
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.
Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian."
(HR Muslim).
------------------------------------------------------------

Perempuan Itu Aurat

Rasulullah SAW Bersabda:
"Perempuan itu aurat, maka jika ia keluar rumah (tanpa busana memadai) bersiaplah syetan untuk memanfaatkannya (Sebagai racun bagi laki-laki)."
(HR Tirmidzi).
------------------------------------------------------------

Seperti Laki-laki 1

Rasulullah SAW Bersabda:
"Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita."
(HR Ahmad).
------------------------------------------------------------

Seperti Laki-laki 2

Rasulullah SAW Bersabda:
"Tiga orang yang tidak akan masuk surga
dan Allah tidak akan memandangi mereka pada hari kiamat kelak:
1.Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya
2.Wanita yang bertingkah kelelakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki
3.Dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)."
(HR Nasa'i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).
------------------------------------------------------------

Tirai Kehormatan

Rasulullah SAW Bersabda:
"Siapa saja dari seorang wanita yang membuka pakaiannya selain di rumahnya sendiri, Maka Allah akan merobek tirai kehormatannya."
(HR Ahmad, Thabrani, Bazzar).
-----------------------------------------------------------

Wanita Cobaan Pria 1

Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya dunia ini sangat manis, Allah menyerah-kan kepada kamu untuk melihat bagaimana kamu berbuat, karena itu berhati-hatilah pada wanita.
Sesungguhnya fitnah pertama Bani Israil terjadi karena wanita."
(HR Muslim).
---------------------------------------------------------

Wanita Cobaan Pria 2

Rasulullah SAW Bersabda:
"Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahayanya cobaan yang berhubungan dengan soal wanita."
(HR Bukhari Muslim).
---------------------------------------------------------

Wanita Melepas Pakaiannya

Rasulullah SAW Bersabda:
"Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakan auratnya) bukan di rumahnya sendiri, maka Allah akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya)."
(HR Ahmad, At-Thabrani dan Al-Hakim).
-----------------------------------------------------------

Wanita Muslim Lebih Mulia

Dari Shafiah Binti Syaibah ia bercerita;
"Ketika kami bersama Aisyah ra, mereka menyebut-nyebut kelebihan wanita Quraisy.
Lalu Aisyah ra berkata:
"Memang wanita Quraisy memiliki kelabihan, tetapi, demi Allah, sesungguhnya aku tidak pernah melihat yang lebih mulia daripada wanita Anshar, mereka sangat membenarkan Kitabullah dan sangat kuat imannya kepada wahyu yang diturunkan.
Ketika turun surat An-Nuur, ayat yang menyuruh berkerudung, suami mereka pulang lalu membacakan kepada mereka apa yang telah Allah turunkan.
Dengan segera setiap wanita menarik kain yang ada, lalu menjadikannya kerudung kepala karena membenarkan
dan iman kepada apa yang di turunkan Allah dalm Kitab-Nya."
(HR Bukhari dan Abu Dawud).
----------------------------------------------------------

Wanita Shalihah

Rasulullah SAW Bersabda:
"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah."
(HR Muslim dan Nasa'i).
----------------------------------------------------------

Wanita Terkutuk

Rasulullah SAW Bersabda:
"Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun hakekatnya telanjang.
Di atas mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta.
Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu kaum yang terkutuk.
Mereka tidak akan masuk surga, dan juga tidak akan memperoleh wanginya, padahal wangi surga itu dapat di cium dari perjalanan (jarak sangat jauh) sekian dan sekian."
(HR At Thabrani, Al-Mu'jam As-Shagir:223)

-----------------------------------------------------------
Sumber:
Ruang Dialog Aninda Chairunnisa/facebook.com
***
****