**
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Thursday, December 28, 2017

8 Rahasia Tentang Masjidil Aqsha

Muslimdaily.net – (Sang Embun Pagi Blogger) Hanya ada 1 tempat yang menjadi daerah yang paling diperebutkan di dunia ini, yaitu Al-Aqsa. hal ini bukanlah hal yang berlebihan karena banyak orang-orang yang telah meninggal karena kontrofersi ini.
Bagi umat Islam Al-Aqsa adalah tempat yang sangat penting di hati para pemeluknya. Karena Al-Aqsa adalah tempat ke-3 yang menjadi situs paling suci bagi umat islam. Ini adalah lokasi di mana Nabi Muhammad SAW singgah saat Isra dan Mi’raj, ini adalah tempat pertemuan yang paling lua rbiasa dalam sejarah umat islam. Dimana ketika semua Nabi yang pernah hidup, berkumpul bersama-sama untuk shalat berjamaah di belakang Nabi Muhammad SAW.
Namun, berikut adalah beberapa hal yang mungkin belum anda ketahui tentang masjid Al-Aqsa menurut Muhammad Wajid Akhtar dalam majalah OnMuslim :
1. Al-Aqsa Pernah Dibakar
Pernah bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika Masjid Al Aqsa dilanggar, bendera tentara yang menaklukkan diterbangkan dari kubah batu dan masjid itu sendiri dibakar? Tentunya dunia Muslim tidak akan membiarkan hal itu terjadi? coba pikirkan lagi.
Pada tahun 1967, Yerusalem meninggalkan tangan Muslim untuk kali 3 dan berada di bawah kendali Israel. Tentara Israel mengibarkan bendera mereka dari kubah. Kepemimpinan Israel menyadari bahwa kontrol yang jelas dari Masjid Al-Aqsa akan berfungsi sebagai provokasi konstan untuk dunia Muslim. Mereka menggunakan daun ara dari Wakaf untuk menenangkan kaum Muslim agar menjadi puas.Ini bekerja. Pada tahun 1969, sebuah Kumpulan Zionis Australia membakar mimbar Nuruddin dan masjid Qibly. Neraka yang dihasilkan menyelimuti seluruh masjid Qibly. Dunia Islam terbangun dari mimpi buruk. Putus asa Palestina berusaha memadamkan api dengan cara apapun yang mereka bisa. Seluruh umat menundukkan kepalanya mereka karena malu.
Sejak itu, masjid telah dibangun kembali dan diperbaharui, tetapi serangan terhadap situs ke-3 paling suci dalam Islam berlanjut hingga hari ini. Penggalian merusak fondasi seluruh Masjid, kunjungan yang tidak sah, dan ancaman setiap hari untuk membangun kembali kuil tua sedang berjalan. Masjid Al-Aqsa masih menunggu.
2. Kubah Batu Digunakan untuk Terlihat Sangat Berbeda
Kubah batu – kubah pertama yang pernah dibangun dalam sejarah Islam – dibangun oleh Khalifah Umayyah Abdul malik bin Marwan. Ini dimulai dari kuningan, timah atau penutup keramik, tapi hampir seribu tahun kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Ustmani Suleiman yang agung, lapisan emas khas ditambahkan ke kubah bersama dengan ubin Ottoman untuk tampilan depan bangunan.
3. Al-Aqsa Memiliki Mimbar Legendaris.
Nooruddin Zenki, salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Islam, memiliki mimbar khusus yang dibuat untuk dipasang di masjid Al Aqsa ketika akhirnya akan direbut kembali dari Tentara Salib (Anda harus mengagumi keyakinan tertinggi nya).
Mimbar ini tidak hanya cantik, tapi itu dibuat tanpa menggunakan paku atau lem. Sayangnya Nooruddin tidak hidup untuk melihat kemenangan, tapi anak didiknya Salahuddin memenuhi keinginan gurunya, dan setelah membebaskan Yerusalem untuk ke-2 kalinya dalam sejarah Islam, dipasang mimbar tersebut. Hal ini masih sebuah karya legenda di antara seniman dan pengrajin. Sayangnya, mimbar ini tidak bertahan pada peristiwa yang dijelaskan pada poin 1.
4. Al-Aqsa Pernah Digunakan sebagai Kandang, Istana, dan Ruang eksekusi
Ketika Tentara Salib pertama mengambil Yerusalem, mereka menemukan mayoritas penduduk Muslim terkunci di masjid Al
Aqsa. Mereka membantai sekitar 70.000 dari mereka dan kemudian dikonversi masjid Qibly ke istana, Kubah Batu menjadi sebuah gereja, dan ruang bawah tanah yang menjadi kandang. Muslim yang selamat dari pembantaian kemudian disalibkan di salib besar yang ditempatkan dekat pusat masjid. Ini adalah satu-satunya salib yang rusak oleh Salahuddin. Dasar salib masih bisa dilihat di sana hari ini.
5. Imam Al Ghazali Hidup dan Menulis Magnum Opus-nya di masjid Al-Alsa.
Salah satu buku yang paling terkenal dalam sejarah Islam ialah Ihyaa Ulum Al-Din oleh ilmuwan besar Islam Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Dia adalah pria yang dihormati oleh semua mazhab karena kemampuannya terjun ke dalam kedalaman jiwa manusia sementara sisanya berlabuh ke ajaran Al Quran dan Nabi. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa Al-Ghazali, untuk sementara waktu, pernah tinggal di Masjid Al- Aqsa dan menulis buku. Sebuah bangunan di masjid menandai situs kamar lamanya.
6. Al-Aqsa Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Sampah
Dalam periode waktu ketika tidak ada orang Yahudi yang diizinkan untuk tinggal di kota, penduduk utama Romawi menggunakan area masjid sebagai tempat pembuangan sampah. Ketika Umar membebaskan kota, ia membersihkan sampah dengan tangan kosong. Dia juga mengakhiri pengasingan berabad-abad orang Yahudi dan mengundang 70 keluarga dari desa terdekat pengungsi kembali ke Yerusalem memberi mereka hak untuk kembali setelah berabad-abad di pengasingan – kebaikan yang sepupu kami tampaknya telah dilupakan.

7. Di sekitar Al-Aqsa Tidak Hanya Satu Mmasjid
Ada beberapa masjid di tempat yang kita kenal sebagai masjid Al Aqsa. awalnya Kami berpikir tentang masjid Al- Aqsa sebagai bangunan di sudut selatan Masjid. Pada kenyataannya, itu adalah masjid Qibly – disebut demikian karena paling dekat dengan kiblat. Seluruh gunung adalah Masjid Al Aqsa dan kadang-kadang disebut Haram Al-Sharif untuk mencegah kebingungan. Tapi ada masjid lain yang hadir di tempat itu yang biasanya dihubungkan dengan kejadian sejarah misalnya masjid Buraq, masjid Marwani dan banyak lagi.
8. Tanah Ini adalah tanah Pemakaman
Tidak ada catatan berapa banyak nabi dan Sahabat Nabi yang dimakamkan di sana, yang pasti tidak terhitung. Misalnya, Nabi Sulaiman (AS) mungkin dimakamkan di sana karena kita tahu bahwa Nabi akan selalu dikuburkan di mana ia meninggal, dan beliau meninggal saat mengawasi pembangunan gedung sebelumnya dalam beberapa tradisi.

Sumber:
http://www.muslimdaily.net/artikel/opini/8-rahasia-tentang-masjidil-aqsha.html
***

Al-Quds dan Ambang Krisis Baru Kemanusiaan

WARTA KOTA, PALMERAH-- (Sang Embun Pagi Blogger) Ambang krisis baru kemanusiaan, telah ditabuh simultan dengan pengakuan Amerika atas Jerusalem atau Al Quds sebagai Ibukota Israel.
Menafikan negara Palestina dan Al-Aqsha di dalamnya sebagai jantung spiritual umat Islam dunia, membawa pengaruh signifikan bukan hanya bagi Palestina.
Ahyudin, selaku President Aksi Cepat Tanggap menilai, bagi ACT Foundation yang sudah lama berkecimpung di ranah krisis kemanusiaan di Tanah Air dan Dunia, krisis kemanusiaan Palestina fluktuatif, jika menyederhanakan “Palestina di abad XI."
"Meskipun kalau mengacu fakta sejarah sudah pasti adanya penguasaan yang eskalatif sehingga bicara Palestina tinggal narasi nestapa tentang Jalur Gaza, dan West Bank di mana ada Al Quds (Jerusalem) di dalamnya," kata Ahyudin melalui pesan elektronik kepada Warta Kota, Jumat (8/12).

Palestina yang disebut Ahyudin sebagai negeri “langganan bombardemen”, sudah diusik kenyamanannya, dirusak fasilitas penopang kehidupannya, bahkan yang fenomenal dan menyakitkan dunia, Jum’at 14 Juli lalu, Masjid al-Aqsha ditutup dan melahirkan gelombang protes dunia.

"ACT Foundation meraih amanah rakyat Indonesia dalam menolong krisis kemanusiaan di Palestina. Setiap gangguan atas Palestina, rakyat Indonesia ikut merasakannya dan berduyun-duyun mengulurkan bantuannya sebagai wujud persaudaraan yang kuat."

Kini terjadi pengakuan sepihak atas Jerusalem, kawasan netral yang didalamnya terdapat masjid Al-Aqsha.
Ini bukan pengakuan biasa. Dan bukan oleh Israel, melainkan oleh Amerika Serikat, anggota penting Perserikatan Bangsa-bangsa, sebuah organisasi yang seyogyanya berdiri netral menjaga harmoni dan kedamaian dunia.
Menilik hal itu, ACT Foundation menyatakan, dunia harus bersatu mempertahankan status Jerusalem sebagai kota suci Tiga Agama: Islam – Kristen – Yahudi, dan Jerusalem Timur bagian dari Negara Palestina.
"Sikap ini berdasarkan keinginan kuat mencegah eskalasi kemarahan dan penolakan menjadi perlawanan fisik," imbuhnya.

Ahyudin menguraikan, Jerusalem dengan Al-Aqsha, memuat dimensi-dimensi yang terlalu kuat untuk bisa dikendalikan kekuasaan manapun.
Pertama, dimensi spiritual. Bujukan, lobby bahkan ancaman mungkin bisa mengendorkan bahkan melepaskan komunitas bahkan sebuah bangsa untuk kepentingan ekonomi, tapi tidak untuk spiritual.
"Artinya, penguasaan sepihak untuk aset spiritual sejumlah agama sekaligus, memicu penolakan hingga perlawanan untuk mempertahankannya habis-habisan."

Kedua, dimensi politik. Dunia sudah cukup lama mengikuti krisis Palestina dan memperoleh pemahaman memadai posisi dan kepatutan internasional seperti apa yang layak didukunBagaimana Israel meraih pencapaian politiknya saat ini, dunia faham; pun bagaimana Palestina diperlakukan selama ini juga sangat dimaklumi dunia.g dan sikap antarbangsa mana yang layak digugat.
"Hal ini cukup untuk melihat bagaimana sikap dunia dipetakan dalam konstalasi hubungan Palestina-Israel. Khusus untuk sikap Amerika Serikat atas Jerusalem, nyaris tak terdengar ada negara yang mendukungnya."

Ketiga, dimensi sosial. Krisis Palestina telah membuka hati dunia dan membuka diri menyantuni rakyat Palestina, bahkan memberi ruang hidup bagi warga Palestina yang berdiaspora di banyak negara.
Semangat dunia “Bersatu untuk Palestina” memberi energi luar biasa seiring derita yang ditimpakan Israel atas Palestina, dan itu sekaligus membuka mata dunia, bagaimana pemerintah Amerika Serikat saat ini, yang tidak dalam posisi terbaiknya menunjukkan eksistensinya sebagai bangsa yang amat baik dalam melayani rakyatnya, demikian terang-terangan mengakui semua kebijakan Israel seiring dengan pengabaiannya atas kedaulatan Palestina.
"Sikap itu telah Amerika Serikat: pemerintah, bahkan rakyatnya, ke ambang situasi benturan antarbangsa."

Kalau Amerika Serikat mempertahankan sikapnya, menurutnya, krisis kemanusiaan global di ambang mata.
"ACT Foundation menyatakan, Amerika Serikat bersungguh-sungguh mempertimbangkan besarnya krisis kemanusiaan yang diakibatkan kekerashatiannya. Tidak masuk diakal, mempertahankan sikap yang akan memicu krisis global, di mana tak satu pun bangsa memberi nilai positif atas sikap itu."
"Takkan ada kemenangan hakiki. Bahkan jika Amerika Serikat menumpahkan semua kekuatan militernya untuk mempertahankan kekeras-hatian sikapnya- kecuali hanya kesengsaraan global berbalut kemarahan."

"Pemerintah Amerika Serikat, dengan demikian, telah menyatukan dunia dan menempatkannya sebagai fokus perlawanan dunia atas kejahatan kemanusiaan sekaligus kesepakatan antarbangsa untuk menjaga harmoni dunia.
Sikap Amerika Serikat, menyatukan dunia menggalang perlawanan tanpa kata akhir yang meluas dan muncul dalam wujud yang tak terbayangkan. Inikah yang Amerika Serikat inginkan?"
Sumber : 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/12/09/al-quds-dan-ambang-krisis-baru-kemanusiaan?page=2


***

Monday, December 25, 2017

Pengacara UAS akan ajukan protes ke Cina

Kapitra
(Sang Embun Pagi.Blogger) Eramuslim.com –  Pengacara Kapitra Ampera akan melayangkan protes baik terhadap pemerintah Cina maupun Indonesia atas insiden penolakan ustaz Abdul Somad masuk Hong Kong. Timnya juga tengah berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi melalui Kementerian Luar Negeri terkait peristiwa tersebut.
“Kami akan melakukan protes keras kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah Cina, atas perlakuannya terhadap seorang guru agama yang dikagumi oleh rakyat Indonesia,” ujar Kapitra dalam keterangan tertulis melalui pesan singkat pada Republika.co.id, Ahad (24/12).
Ia menambahkan, terkait klarifikasi, hal itu penting dilakukan untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hongkong itu adalah atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah Cina. “Untuk mengetahui (sebenarnya) duduk persoalannya,” ujar dia.
Tim Kuasa Hukum juga meminta kepada aparat kepolisian agar melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut. Apakah ada ada pesanan dari orang-orang tertentu yang memberikan laporan fitnah (hoaks) kepada pihak imigrasi Hongkong.
Langka lain adalah dengan melaporkan kejadian ini kepada DPR dan instansi lain terkait. “Agar Pemerintah Indonesia serius melindungi warganya yang melakukan kunjungan ke luar negeri,” jelas dia.
Melalui akun facebooknya, Ustaz Abdul Somad menceritakan bahwa dia sampai di Hongkong pada Sabtu (23/12) sore. Baru turun dari pintu pesawat saat masih di bandara, sejumlah orang yang tidak berseragam mengadang dan menariknya secara terpisah. Saat itu, Ustaz Abdul Somad juga bersama dua rekannya yang juga ditarik oleh sejumlah orang tersebut.
Mereka melakukan interograsi, bertanya soal identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. “Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya,” tulis Ustaz Abdul Somad.
Setelah 30 menit, kemudian mereka menjelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima sang ustaz. “Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan sore itu juga ke Jakarta.” (kl/rol)
Sumber:
Eramuslim.com 

***

Sunday, December 24, 2017

Ustz Abdul Somad Ditolak Masuk Ke Hong Kong

Fhoto Oleh Google
(Sang Embun Pagi.Blogger) Ustaz Abdul Somad terpaksa membatalkan ceramahnya di Hong Kong karena adanya penolakan. 
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (23/12) sore ketika baru mendarat di Bandara Hong Kong.
Kuasa hukum Ustaz Somad, Kapitra Ampera mengatakan kliennya segera melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada Kementerian Luar Negeri atas insiden tersebut sehingga bisa mengetahui duduk persoalannya. "Ini penting kami lakukan untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hong Kong itu adalah atas permintaan Pemerintah Indonesia atau Pemerintah Cina," ujar Kapitra dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/12). Protes keras juga akan dilakukan kepada pemerintah Indonesia dan Cina terkait kasus ini karena Ustaz Somad dinilai sebagai ulama yang dikagumi masyarakat Indonesia. Kasus ini juga akan dilaporkan ke DPR supaya menegur pemerintah agar serius melindungi warganya yang melakukan kunjungan ke luar negeri. Kapitra meminta kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas. "Apakah ada order dari orang-orang tertentu yang memberikan laporan fitnah kepada imigrasi Hong Kong sehingga Ustaz Abdul Somad ditolak imigrasi memasuki wilayah Hong Kong," kata Kapitra.

Sumber :
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA

***

Friday, November 17, 2017

Di Pulau Misterius Itu Aku Berjumpa Dajjal

Ada baiknya kita awali kisah ini dengan membahas hakekat Dajjal, karena tidak semua tahu siapa Dajjal, sebagian lagi menyangka Dajjal hanyalah sebuah simbol, atau sesuatu yang tidak berwujud dan tidak memiliki hakekat.

Dajjal adalah sesosok laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam banyak menyebutkan Dajjal beserta sifat-sifatnya agar manusia mengetahui dan berhati-hati dari makhluk jelek ini, sehingga apabila kelak ia muncul, kaum mukminin dapat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya.
Bahkan karena besarnya fitnah Dajjal, Rasulullah berwasiat untuk kita selalu berlindung dari kejelekannya di setiap akhir shalat sesudah tasyahhud akhir. Rasulullah bersabda:
إذا فرغ أحدكم من التشهد ( الآخر ) فليستعذ بالله من أربع ( يقول : اللهم إني أعوذ بك ) من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن شر ( فتنة ) المسيح الدجال ( ثم يدعو لنفسه بما بدا له )
Apabila salah seorang diantara kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara. Ucapkan: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejelekan titnah Al-Masih Ad-Dajjal. Kemudian berdoalah untuk dirinya apa yang tampak baginya (untuk dia minta). (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, An-Nasai dan Ibnul Jarud)
Aisyah Ra, mengabarkan bahwa Rasulullah saw selalu berdoa dalam shalat:
اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر وأعوذ بك من فتنة المسيح الدجال وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات اللهم إني أعوذ بك من المأثم والمغرم
“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari siksa kubur. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah Al-Masiih Dajjal. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah ketika hidup dan fitnah setelah mati. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari dosa dan hutang.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Diantara sifat Dajjal, dia adalah seorang pemuda. Kulitmya merah, berbadan besar, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, mata sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa’, ra’ secara terpisah, atau tulisan “kafir”, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak. Semua sifat-sifat ini disebutkan dalam sabda-sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.
Apakah makhluk ini sudah ada wujudnya? Dimanakah ia sekarang? Kisah Tamim Ad-Dari Ra akan menjawab pertanyaan ini…
Tamim Ad-Dari Shahabat Yang Pernah Berjumpa Dajjal
Namanya Tamim bin Aus bin Kharijah Ad-Dari, Abu Ruqayyah. Beliau salah seorang shahabat rasul yang mulia. Namanya tidak asing bagi kaum muslimin, masuk islam ketika Rasulullah di Madinah. Sepeninggal Khalifah Utsman bin Affan, Tamim meninggalkan kota Madinah dan menetap di Baitul Maqdis hingga meninggal di sana pada tahun 40 H.
Shahabat inilah yang pernah melihat Dajjal dengan kedua matanya. Shahabat ini pulalah yang pernah berbicara dan mendengar pembicaraan Dajjal dengan kedua telinganya. Sebelum islam, Tamim beragama nasrani. Saat dirinya nasrani itulah dia melihat Dajjal. Hingga kemudian Allah lapangkan dadanya untuk menerima islam dan ia beritakan kisahnya kepada Rasulullah saw.
Di Mana Tamim Ad-Dari melihat Dajjal? Bagaimana kisahnya ?
Tiba saatnya kita baca bersama sebuah riwayat shahih mengenai Dajjal dalam sebuah hadits yang dikenal dikalangan ulama dengan sebutan Hadits Jassasah. Hadits ini dikisahkan seorang shahabiyah, Fathimah binti Qois Ra.
‘Amir bin Syarohil Asy-Sya’bi berkata kepada Fathimah bintu Qais: “Kabarkan kepadaku sebuah hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW yang tidak kamu sandarkan kepada seorangpun selain beliau.”
Fathimah mengatakan: “Jika engkau kehendaki akan aku sampaikan.” “Iya berikan aku hadits itu.” jawab Asy Syabi.
Fatimahpun berkisah : “Suatu hari Aku mendengar seruan orang yang berseru. Penyeru Rasulullah saw menyeru: “Ashsholatu jamiah !”
Akupun segera keluar menuju masjid. Aku shalat bersama Rasulullah saw dan aku berada pada shaf wanita yang langsung berada di belakang shaf laki-laki. Tatkala Rasulullah selesai dari shalat, beliau duduk di mimbar dan tertawa seraya mengatakan:
لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ
“Hendaknya masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya !” Lalu beliau bersabda:
أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ
“Tahukah kalian, mengapa aku kumpulkan kalian ?”
Para Shahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui!”
Kemudian Rasulullah saw kembali bersabda dengan kisah yang cukup panjang, beliau berkata:
إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قَالُوا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ أَيُّهَا الْقَوْمُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً قَالَ فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ قُلْنَا وَيْلَكَ مَا أَنْتَ قَالَ قَدْ قَدَرْتُمْ عَلَى خَبَرِي فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ قَالُوا نَحْنُ أُنَاسٌ مِنْ الْعَرَبِ رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ فَلَعِبَ بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ فَجَلَسْنَا فِي أَقْرُبِهَا فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقُلْنَا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قُلْنَا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ اعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَقَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا هَلْ يُثْمِرُ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لَا تُثْمِرَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِيهَا مَاءٌ قَالُوا هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ قَالَ أَمَا إِنَّ مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ قَالُوا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ وَهَلْ يَزْرَعُ أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ الْأُمِّيِّينَ مَا فَعَلَ قَالُوا قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ قَالَ أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ فَأَخْبَرْنَاهُ أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنْ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ قَالَ لَهُمْ قَدْ كَانَ ذَلِكَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ وَإِنِّي مُخْبِرُكُمْ عَنِّي إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي الْأَرْضِ فَلَا أَدَعَ قَرْيَةً إِلَّا هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَيَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةً يَحْرُسُونَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلَا هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ فَإِنَّهُ أَعْجَبَنِي حَدِيثُ تَمِيمٍ أَنَّهُ وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْهُ وَعَنْ الْمَدِينَةِ وَمَكَّةَ
“Sesungguhnya demi Allah, tidaklah aku kumpulkan kalian untuk sesuatu yang menggembirakan atau menakutkan kalian, namun aku kumpulkan kalian karena tamim Addari.”
“Dahulu ia seorang nasrani yang kemudian datang berbaiat (memberikan sumpah setia) dan masuk islam serta mengabariku sebuah kisah yang kisah itu sesuai dengan apa yang pernah aku kisahkan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.”
Ia memberitakan bahwa ia naik kapal bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Ditengah perjalanan, mereka dipermainkan badai ombak hingga berada di tengah laut selama satu bulan sampai mereka terdampar di sebuah pulau di tengah lautan tersebut saat tenggelam matahari merekapun duduk di perahu-perahu kecil. Mereka pun memasuki pulau tersebut hingga menjumpai binatang yang berambut sangat lebat dan kaku hingga mereka tidak tahu mana kubul mana dubur karena demikian lebat bulunya.”
Merekapun berkata: “Celaka, kamu ini apa?
ia menjawab: “Aku adalah al-jassasah .”
Merka mengatakan: “Apakah al jasasah itu ?.
Ia berkata: “Wahai kaum pergilah klian kepada seorang lelaki yang ada dalam rumah ibadah itu sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian!”
Berkata Tamim: “Ketika dia menyebutkan untuk kami seorang laki-laki, kami menjadi khawatir kalau-kalau binatang itu ternyata setan. Kamipun bergerak menuju kepadanya dengan cepat sehingga kami masuk ke tempat ibadah itu.”
“Ternyata didalamnya ada orang yang paling besar yang pernah kami lihat, dan paling kuat ikatannya. Kedua tangannya terikat dengan leher, antara dua lutut dan dua mata kaki terikat dengan besi.”
Kami katakana kepadanya: “Celaka, kamu ini apa?”
Ia menjawab: “Kalian telah mampu mengetahui tentang aku, maka beritakan kepadaku siapa kalian ini
Rombongan Tamim menjawab: “Kami ini orang-orang Arab kami menaiki kapal ternyata kami bertepatan mendapati laut sedang bergelombang luar biasa sehingga kami dipermainkan ombak selama satu bulan sampai hingga terdampar di pulamu ini. Kamipun naik perahu-perahu kecil memasuki pula ini dan bertemu dengan binatang yang sangat lebat dan kaku rambutnya tidak diketahui mana kubul dan mana dubur karena lebat rambutnya.
Kamipun mengatakan: “Celaka kamu, kamu ini apa?”
Ia menjawab: Aku adalah jasasah.
Kamipun bertanya: Apa itu Jassasah, Ia malah berkata: Wahai kaum pergilah kalian kepada laki-laki yang ada dalam rumah ibadah itu sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian.”
Kami pun segera menuju kepadamu, kami khawatir kalau binatang itu ternyatra setan
Lalu orang itu mengatakan: “Kabarkan kepadaku tentang pohon-pohon korma di Baisan
Kami mengatakan: Tentang apa engkau meminta beritanya ?”
Dia berkata: “Aku bertanya kepada kalian tentang pohon korma apakah masih berbuah.”
Kami menjawab: iya
Ia mengatakan: “Sesungguhnya hampir hampir dia tidak akan mengeluarkann buahnya.”
“Kabarkan pula kepadaku tentang danau Thobariyah ?” tanya orang ini.
Kami menjawab: “Tentang apa engkau meminta beritanya?”
“Apakah masih ada airnya, jawabnya.
Mereka menjawab: Danau itu banyak airnya
Dia mengatakan: Sesungguhnya hampir-hampir air akan hilang.
Kabarkan kepadaku tentang mata air Zughor
Mereka mengatakan: Tentang apa kamu minta berita?
Apakah di mata air itu masih ada airnya? Dan apakah penduduk masih bertani dengan airnya? Jawab Dajjal
Kami menjawab: “Iya, mata air itu deras airnya dan penduduk bertani dengannya.”
Ia berkata: “Kabarkan kepadaku tentang nabi ummiyyin apa yang dia lakuakan ?”
Mereka menjawab: “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.”
Ia mengatakan: “Apakah orang-orang arab memeranginya?”
Kami menjawab: “Ya.”
Ia mengatakan lagi: “Apa yang ia lakukan terhadap orang-orang Arab.”
Maka kami beritakan bahwa ia telah menang atas orang-orang arab dan mereka taat kepadanya
Ia mengatakan: “Itu sudah terjadi?”
Kami katakan: “Ya.”
Ia mengatakan: “Sesungguhnya baik mereka untuk taat kepadanya.”
“Sekarang aku akan beritakan kepada kalian tentang aku: “Sesungguhnya aku adalah Al-Masih dan hampir-hampir aku diberi izin untuk keluar, hingga aku keluar lalu berjalan di bumi dan tidak kutinggalkan satu negeripun kecuali aku akan turun padanya dalam waktu 40 malam kecuali Mekah dan Thaybah, keduanya haram bagiku. Setiap kali aku akan masuk pada salah satu kota ini, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus di tangan menghalangiku darinya dan sesungguhnya pada tiap celah ada para malaikat yang menjaganya.
Fatimah mengatakan: Maka Rasulullah saw bersabda dengan menusukkan tongkat di mimbar sambil mengatakan: “Inilah Thaiybah, Inilah Thaiybah, Inilah Thaiybah, yakni Kota Madinah.”
Apakah aku telah beritahukan kalian tentang hal itu ?
Orang-orang menjawab: Iya
Nabi berkata: Sesungguhnya cerita Tamim menakjubkanku, kisahnya sesuai dengan apa yang aku ceritakan kepada kalian tentang Dajjal serta tentang mekah dan madinah.
Kemudian beliau bersabda:
أَلَا إِنَّهُ فِي بَحْرِ الشَّأْمِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لَا بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ
Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau lautan Yaman,” Oh, tidak! Bahkan dari arah timur! Tidak Dia dari arah timur, Tidak Dia dari arah timur dan beliau mengisyaratkan dengantangan ke arah timur
Hadits Jassasah diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya Kitabul Fitan Wa Asyrotis Sa’ah. bab Qishoshul Jassasah (4/2261 no. 2942).
Demikian pembaca, kisah nabawi yang penuh ibroh mengisahkan perjalanan Tamim Ad-Dari yang menegangkan namun perjalanan itu menjadi salah satu sebab dia mendapatkan hidayah. (Abu Ismail Muhammad Rijal Lc)

http://salafartikel.wordpress.com/2012/06/06/di-pulau-misterius-itu-aku-berjumpa-dajjal/
***

Keutamaan Al Qur'an Dlm Hadist

Bismillahirohmanirohiim...

Hadist: Keutamaan Al Qur'an

Al Dukhon


Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa membaca Ad-Dukhoon (QS.44) pada suatu malam, maka tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun baginya."
(HR Tirmidzi).
==========

Al Baqoroh dan Ali Imron

Jundub ra. menyatakan Rasulullah SAW Bersabda,
"Bacalah AL Qur-an, karena ia akan mejadi pembela bagi orang yang membacanya.
Bacalah dua surat Al Qur-an yang cemerlang, Yaitu Al Baqoroh dan Ali Imron.
Sebab kedua surat itu pada hari kiamat kelak akan menjadi awan atau burung yang memberi naungan kepada pembacanya."
(HR Muslim dan Ahmad).
==========

Al Baqoroh 285, 286

Rasulullah SAW Bersabda:
"Siapa yang membaca kedua ayat terakhir dari surat Al Baqoroh, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana."
(HR Muslim).
==========

Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas

Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa membaca Qul Huwalloohu Achad (Al Ikhlash) dan Al Mu'awwidzatain (Al Falaq & An Naas)
Pada waktu sore hari dan pada waktu pagi sebanyak tiga kali, maka semua itu melindunginya dari segala sesuatu."
(HR Ahmad dan Tirmidzi).
==========

Al Kahfi

Rasulullah SAW Bersabda:
"Siapa yang menghapal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, dia terpelihara dari bencana kejahatan Dajjal."
(HR Muslim).
==========

Al Mulk

Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya ada sebuah surat dalam Al Qur-an yang terdiri dari 30 Ayat,
dan memberi syafaat bagi seseorang (yang membacanya) hingga diampuni dosanya.
Yakni Tabaarokal Ladzii Biyadihil mulku (Al Mulk/67)."
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
==========

Al Qodar

Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa membaca surat Al Qodar dalam suatu malam, maka ia menyamai seperempat Al Qur-an."
(HR Ad Dailami).
==========

Al Waqiah

Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa membaca surat Al Waqi'ah (56) setiap malam, maka ia tidak ditimpa kemiskinan untuk selamanya."
(HR Baihaqi)'
==========

Al Zalzalah, Al Kaafiruun, Al Ikhlash

Rasulullah SAW Bersabda:
"Surat Idzaa Zulzilat (Al Zalzalah/ 99) menyamai separuh Al Qur-an,
Qul yaa ayyuhal kaafiruun (Al Kaafiruun/ 109) menyamai seperempat Al Qur-an,
Dan Qul Huwalloohu Ahad (Al Ikhlash/ 112) menyamai sepertiga Al Qur-an."
(HR Tirmidzi, Al Hakim, dan Baihaqi).
==========

Ar-Rochmaan

Rasulullah SAW Bersabda:
"Setiap sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al Qur-an adalah surat Ar Rochmaan (55)."
(HR Baihaqi).
==========

Al Fatichah dan Al Baqoroh

Ibnu Abbas ra. menceritakan bahwa suatu ketika Jibril as. berada di samping Nabi SAW.
Tiba-tiba terdengar suara dari atas, maka ia mengangkat kepalanya dan berkata:
"Itu sebah pintu langit. Pada hari pintu itu di buka, turunlah seorang malaikat memberi salam dan berkata:
'Bergembiralah dengan dua cahaya penerangan yang diberikan Allah kepadamu,
yang belum pernah di berikan kepada seorang nabi sebelummu, yaitu:
Fatichatul Kitab (Surat Fatichah) dan akhir surat Al Baqoroh.
Tiada engkau baca satu huruf daripadanya, melainkan pasti permintaanmu dikabulkan'."
(HR Muslim).
==========

Yaasiin

Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya segala sesuatu itu memiliki jantung, dan jantung Al Qur-an adalah surat Yaa Siin.
Barangsiapa membaca Surat Yaa Siin, maka Allah menetapkan baginya seperti membaca AL Qur-an sepuluh kali."
(HR Tirmidzi).
***

Friday, October 25, 2013

5 strategi dan taktik penyebaran aliran Syi'ah di Indonesia, waspadalah!


Tokoh-tokoh syi'ah Indonesia (dari atas kiri: Haidar Bagir, Jalaludin Rahmat, Muhsin Labib. bawah kiri: Dina Y. Sulaeman, Khalid Al Walid, Haddad Alwi.)
Oleh: Munarman, SH.

(Arrahmah.com) – Perkembangan aliran Syiah di Indonesia mengalami akselerasi yang luar biasa sejak meletusnya Revolusi Iran menumbangkan Rezim Syah Iran Reza Pahlevi, sekitar 1970. Pada masa itu, banyak kalangan muda, baik dari kalangan pondok pesantren maupun kalangan perguruan tinggi terkagum kagum dengan revolusi tersebut.

Titik pusat kekaguman tersebut adalah karena revolusi yang berhasil menumbangkan rezim zhalim dan antek Amerika sekaligus antek zionis Israel. Sehingga image yang dihasilkan dari revolusi Iran tersebut, adalah menjadi ikon bagi kalangan muda untuk menentang hegemoni Amerika dan Israel yang sangat kuat di dunia Islam. Image dan citra sebagai penentang Amrika dan Israel tersebut terus dipropagandakan secara sistematis sebagai pintu masuk penyebaran aliran syiah di Indonesia.

Lima tahapan aliran Syiah dalam menyebarkan ajarannya adalah sebagai berikut, yaitu:

Pertama, membangun keyakinan bahwa Iran dan “Hizbullah” Lebanon-lah pihak satu-satunya yang melawan Amerika dan Zionis. Taktik ini menjadi pintu utama bagi kalangan Syiah dalam mempengaruhi anak muda yang memiliki semangat perlawanan terhadap hegemoni Amerika dan Israel di dun ia saat ini. Dengan slogan slogan anti Amerika dan anti Israel ini, anak anak muda yang hanya bermodalkan semangat perlawanan tanpa memperhatikan aspek akidah, akan hanyut terbawa.

Kedua, mengeksploitasi peristiwa Karbala dengan bersikap ghulu (berlebih-lebihan) untuk menarik simpati kalangan awam agar membenarkan kelompok Syiah.

Ketiga, mengedepankan penggunaan akal, logika dan nalar serta argumen bersifat politik dalam beragama, terutama dalam meriwayatkan pemerintahan era Muawiyah.

Keempat, menggiatkan “Studi Kritis” terhadap hadits-hadits Ahlus Sunnah, khususnya Bukhari dan Muslim, bahkan hingga riwayat sejumlah shahabat, teristimewanya Abu Hurairah RA, dengan berbasiskan logika dan nalar politik.

Kelima, mencela istri-istri Rasulullah SAW dan para sahabat seperti Abu Bakar RA, Umar bin Al-Khaththab RA dan Ustman bin Affan RA.

Dua Kubu besar kelompok Syiah di Indonesia :

Kubu pertama adalah LKAB (Lembaga komunikasi Ahlul Bait) yang merupakan wadah para alumni al Qum.

Kubu ini dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII).  LKAB membawai Yayasan Al Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, Al Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy. LKAB berkantor di Jl Bintaro KODAM Grand Bintaro Jaksel.

Kubu kedua  dipegang oleh IJABI.

Dalam kubu ini metode taqiyah kurang disenangi. Sebaliknya, IJABI tampak lebih pluralis. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh Sunni yang menjadi  pengikut IJABI.  Kiblat IJABI, bukanlah ke Iran, melainkan  Marja Lebanon di bawah pimpinan Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah. Tokoh utama di Indonesia adalah Dr Jalaluddin Rahmat.
Sumber: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/5-strategi-taktik-penyebaran-aliran-syiah-indonesia-waspadalah.html


***
****