Rabu, 09 Oktober 2013

Bashar Asad vs Recep Tayyip Erdogan Makin Panas


Dalam sebuah wawancara dengan TV Turki Halk yang disiarkan hari Jum'at, Asad menyebut Perdana Menteri Tayyip Erdogan sebagai "bigot" dan mengatakan Ankara telah memberikan ijin teroris untuk menyeberang ke Suriah untuk menyerang tentara dan warga sipil Suriah.

"Tidak mungkin anda menyimpan teroris di saku Anda dan menggunakannya sebagai kartu, karena teroris seperti kalajengking yang tidak akan ragu untuk menyengat Anda pada kesempatan pertama," kata Asad yang disiarkan Halk TV.

"Dalam waktu dekat, para teroris ini akan berdampak pada Turki dan Turki akan membayar harga yang mahal untuk itu."

Turki yang berbagi perbatasan wilayah seluas 900 km dengan Suriah dan memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO, adalah satu satu kritikus Bashar Asad paling sengit dan mendukung pihak oposisi. Turki sendiri telah menyangkal mempersenjatai para oposisi.

"Saat ini, Suriah sedang menuju perang sektarian," kata Erdogan dalam sebuah wawancara di televisi Turki pada hari Kamis.

"Inilah bahaya yang akan kita hadapi."

Bashar Tuduh Erdogan
Bashar Asad menuding Erdongan, dan partainya (Partai AK) memiliki akar politik Islam konservatif dari agenda sektarian.

"Sebelum krisis, Erdogan tidak pernah menyebutkan reformasi atau demokrasi, ia tidak pernah tertarik pada masalah ini.... Erdogan hanya ingin Ikhwanul Muslimin kembali ke Suriah. Itulah tujuan utamanya," tuding Bashar.

Pemerintah Erdogan dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

Dalam wawancara itu Bashar Asad masih menyangkal rezimnya pernah menembakkan senjata kimia yang menewaskan ribuan orang. [zak]
Sumber : http://muslimdaily.net

0 komentar:

Posting Komentar