**

Wednesday, October 9, 2013

Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni

JAKARTA (voa-islam)
Ada kesamaan ajakan makan siang Jokowi dan 'suap' Hary Tanoe kepada MUI dalam gelaran Final Miss World September 2013 lalu, yaitu arogansi pada materialisme & membela kepentingan kroni bisnis semata!
Banyak rakyat tak mengira, dibalik wajahnya yang innocent, Jokowi dan Hary Tanoe ternyata tersimpan watak 'serigala berbulu domba'. Masyarakat yang cenderung sekuler dan apatis terhadap perjuangan syariat islam akan membela mati-matian Jokowi dan Hary Tanoe layaknya membela para nabi.
Bahkan sikap para 'abangan' tersebut melebihi pembelaannya pada isu yang mengedepankan pada isu keislaman, seperti pelecehan Nabi dengan karikatur, penistaan simbol-simbol agama maupun syariat islam yang di dakwahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam.
Sejatinya, umat Islam berani mati demi mengedepankan aqidah umat agar terhindar dari bahaya syirik, maksiat dan penistaan aqidah umat demi agenda liberalisme ala Miss World, sedangkan pendukung SEPILIS (sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) hanya membela agenda kroni bisnis penguasa dan kepentingan syahwat mereka semata yang hanya berorientasi pada uang, budaya hedonisme ala maksiat tanpa henti budaya barat dan zionist untuk menghancurkan kuatnya aqidah umat islam di seluruh dunia!
Sikap arogansi tergambar ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akan melobi makan siang ala 'Kuli' pada warga Lenteng Agung yang menolak Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli yang non muslim itu. Demikian halnya dengan pemaksaan kehendak dengan iming-iming suap Hary Tanoe kepada MUI agar penyelenggaraan Final Miss World 2013 tetap di gelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat. 
Sikap Jokowi dan Hary Tanoe ini mirip dengan gaya imperialis Belanda pada masa penjajahan dan konsep VOC yang menggunakan lobi-lobi demi kelanggengan kepentingan bisnis para kroni mereka. 
Bahkan Kiai Lenteng Agung angkat bicara, H. Naseri dan KH. Solihin Ilyas menyatakan kesediaannya untuk diajak makan siang. Akan tetapi jangan pernah berharap tokoh masyarakat Betawi asal Lenteng Agung tersebut bisa dibujuk, apalagi disuap untuk menjadi lunak. Selain itu tokoh masyarakat Lenteng Agung mempersoalkan jamuan jalanan ala kuli tersebut.

“Kita belum tahu kapan makan siangnya. Yang pasti, kita mau timnya harus sembilan orang, bukan lima orang seperti yang diminta pihak Jokowi. Karena tim warga Lenteng Agung bukan pribadi-pribadi, melainkan ada timnya. Kita juga gak mau diajak Jokowi makan di restoran. Kita maunya makan dan bertemu di Balaikota. Kita ini bukan kuli, tapi perwakilan warga Lenteng Agung,” kata kiai berpengaruh asal Lenteng, KH. Solihin Ilyas via telpon.
Hary Tanoe : Aqidah Umat di barter langganan gratis INDOVISION!
Sedangkan pelecehan Hary Tanoe kepada MUI benar-benar lobi ecek-ecek, lihat saja iming-iming murahan untuk MUI apabila mau menjadi juri dalam acara buka-bukaan aurat Miss World dan mencabut fatwa haram Miss World, Hary Tanoe menjanjikan iming-iming berupa uang dan fasilitas lainnya kepada MUI seperti pondok pesantren yang diasuh MUI diberikan parabola indovision gratis, langganan gratis.
...HT telah mengirimkan surat untuk menyogok MUI supaya menjadi penasehat Miss World, itu kalau mau (MUI -red) nanti pondok pesantren yang diasuh MUI diberikan parabola indovision gratis, langganan gratis...
Terkait hal itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengatakan, kalau Hary Tanoe telah merendahkan martabat ulama Indonesia dengan adanya kontes Miss World 2013 di Indonesia.
Namun, para ulama di MUI konsisten kepada ajaran agama Allah sehingga permintaan bos MNC Grup itu tidak diterima. Selain itu, percobaan suap yang dilakukan Hary Tanoe tersebut tentu telah menghina dan melecehkan ulama Indonesia.

“Jangan heran kalau SBY bungkam dengan Miss World. Jangan-jangan disogok dengan parabola, murah banget berarti. Terus kalau Kapolri beri izin, jangan-jangan diberi parabola,” sindirnya.
Alhamdulillah MUI tidak bisa disogok. Tapi jelas Hary Tanoe telah menghina MUI dan ulama Indonesia, apalagi demi INDOVISION” tegas Habib Rizieq.
Agenda Kroni & Bisnis siapa saja dibelakang JOKOWI?
Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto) dan James Riadi (Group Lippo) dibalik penolakan jokowi terhadap mobil murah

1. Penolakan Jokowi terhadap mobil murah dan bebas polusi sangat tidak beralasan karena dia sendiri juga pencetus mobil murah Esemka yang ternyata tidak berjalan dan hanya dijadikan sebagai pencitraan jelang mencalonkan diri sebagai gubenur DKI Jakarta

2. Kedekatan Jokowi Ahok dengan konglomerat Edward Suryajaya sangat jelas yaitu dengan adanya rencana pencabutan ijin Pekan raya Jakarta dari group perusahaan milik Hartati Murdaya dimana arena PRJ dahulu dikuasai oleh Edward suryajaya

3. Kedekatan Jokowi Ahok dengan 
konglomerat Edward Suryajaya sangat jelas dengan di menangkannya tender proyek monorel di Jakarta kepada PT Jakarta Monorel (JM) mengalahkan tender perusahaan Jusuf Kalla, dimana JM merupakan perusahaan milik Edward Suryadjaya ,serta PT Ortus Holsing yang dimiliki juga oleh Edward Suryajaya sebagai perusahaan pabrik monorel yang akan digunakan di DKI Jakarta



4. Keluarga Edward Suryajaya dari dulu sangat dekat dengan perusahaan multinasional penghasil produk otomotif seperti Honda, Toyota, Nissan , Suzuki. Dapat dipastikan penolakan tersebut merupakan bagian dari pesanan perusahaan multinasional otomotif dunia yang tentu saja akan terganggu jika mobil murah itu di produksi di Indonesia dan mulai dipasarkan

5. Apalagi dengan rencana akan dikeluarkan Perda DKI Jakarta pajak dan bea parkir yang mahal terhadap mobil murah.Dengan ada nya ini, maka jokowi secara tidak langsung menggiring masyarakat untuk membeli mobil buatan konglomerat Edward Suryajaya agar utang budi dana kampanye pilgub DKI dan juga dana untuk pencitraan lewat media lunas. 

6. Hashim Djojohadikusumo kini menjadi ketua pengembangan Kebun Binatang Ragunan. Pemerintah DKI Jakarta menunjuk pengusaha Hashim Djojohadikusumo sebagai Kepala Pengawas Taman Margasatwa Ragunan.
Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ihwal pengangkatan adik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, itu Jumat, pekan lalu. “Dia dipilih karena seorang pengusaha sukses,” kata Basuki.
Kondisi terbalik dengan komentar Maksum, 45 tahun, seorang pembersih kandang Kebun Binatang Ragunan, menolak jika tempat itu dikelola swasta dan bergeser dari rumah hewan menjadi tempat hiburan. “Nanti hewan stres karena fisiknya digenjot untuk memuaskan pengunjung,” ujarnya. 

Triomacan: Konglomerat Hitam Dibalik Sosok Jokowi Menuju RI 1

Akun twiter paling kontroversial@triomacan gatal juga rupanya dalam mengulas aktor dibelakang Gubernur Joko Widodo sebagai tokoh yang paling dianggap Kontroversial dalam membela wong cilik di DKI Jakarta.
Bahkan, admin twiter itu menantang para pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan JASMEV (Jokowo Ahok Social Media Volunteer) yang namanya kian melejit seiring “pertikaiannya” terkait Kartu Jakarta Sehat dengan pihak DPRD DKI.
Triomacan mengatakan, bahwa menyimpulkan jika Jokowi bukanlah malaikat yang turun dari surga, superman apalagi seorang nabi yang diutus ke bumi. Jokowi hanyalah seorang boneka India, jelas triomacan.
Jokowi memang dipersiapkan “majikan gelapnya” untuk jabatan kursi kepresidenan 2014 dengan semua fasilitas lengkap, uang, media, relawan sosial media (JASMEV) dan bisnis miliaran dollar. 
Sebelumnya, Jokowi - Rudy memimpin Solo dengan pembagian tugas yang persis sama dengan Jokowi – Ahok sekarang. Jokowi turun blusukan menjumpai warga, sedangkan Rudy di kantor. Saat ini pun pembagian tugas juga demikian. Jokowi blusukan ke warga, Ahok kuasai birokasi dan pemerintahan DKI.
Modal berikutnya adalah strategi pencitraan yg dilakukan secara apik, sistematis dan kontinyu. Semua kegiatan, sisi humanisme dan lainnya diblow up. Semua potensi dan kekuatan media digunakan untuk mempublikasikan secara masif dan kontinyu, tentu saja semua kegiatan Satrio Piningit Palsu Jokowi yang dinilai “positif”.
Termasuk acara atau kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kinerja sebagai kepala daerah. Semua dilakukan untuk pembentukan opini publik.
Tentu butuh modal yang cukup besar ketika Jokowi masih menjabat walikota Solo. Ada yang jadi Bandar, guna mensponsori atau donatur. Pengusaha Solo tersebut menjadi donatur Jokowi. Majikan gelap Jokowi itu pemilik hotel dan berbagai usaha di solo. Majikan gelap Jokowi,  juga menjadi otak dibalik kebijakannya tentang larangan pendirian mal-mal baru di Solo.
Kurang dari 2 tahun menjalani periode kedua sebagai walikota, Jokowi dipersiapkan menjadi Cagub Jawa Tengah. Disiapkan untuk melawan Bibit Waluyo. Pencalonan Jokowi sebagai Cagub DKI sebenarnya adalah “kecelakaan” alias by accident.
Awalnya Jokowi tidak ada rencana maju di Pilgub DKI. PDIP memiliki banyak bakal calon (balon) cagub yang dipersiapkan untuk Pilgub DKI. Seperti  Adang R, Nono S dll. Bintang kemujuran Jokowi dimulai dari kegagalan Djan Faridz sebagai calon Gubernur DKi yang diusulkan oleh Jusuf Kalla (JK). Sayangnya Djan Faridz tidak “lulus”.
Ditengah persaingan meraih dukungan PDIP, JK mengusulkan calon alternatif, yaitu Jokowi. Saat itu Jokowi sudah mulai soft campaign via Esemka. Program Esemka sebenarnya adalah program Kemendiknas, ditunggangi Jokowi guna angkat popularitas dan pencitraannya dalam menyongsong pilkada Jateng.
Ketika nama Jokowi disodorkan oleh JK ke Eep S Fatah untuk dinilai kelayakannya, Eep pun mengajukan persyaratan yang kemudian disetujui Jokowi. Salah satu persyaratan yang diminta Eep adalah agar Jokowi setujui dirinya didampingi oleh tim yang diajukan Eep guna memantau  Jokowi selama 24 jam. 
Prabowo dan Djan F pun diutus JK menemui Megawati untuk menawarkan nama Jokowi. Tawaran itu sangat menggiurkan dan sulit ditolak Mega. Prabowo dan Djan Faridz menawarkan nama Jokowi sebagai Cagub DKI ke PDIP/ Megawati dengan komitment penuh. Semua biaya ditanggung mereka. Disebut-sebut Prabowo dan Djan F menyiapkan modal awal kampanye dan pemenangan Jokowi sebesar Rp. 200 M. Diluar mahar ke PDIP sebesar Rp. 60 M.
Berkat lobi Prabowo dan Djan F, Megawati pun setuju, meski sebenarnya diawal sudah ada komitmen PDIP untuk mengusung Mayjen Adang Ruhiyatna, kemudian timbul pertanyaan, siapa cawagubnya?
Bakal cawagub PDIP sesuai hasil survey tertinggi adalah Deddy Mizwar. Sayangnya Deddy M tidak disetujui Prabowo karena “kisah masa lalunya”. Akhirnya, Djan Faridz tawarkan nama Basuki Tjahja Purnama alias Basuki Indra alias Zhong Wan Xie alias Ahok yang masih adik ipar Djan Faridz sendiri.
Prabowo awalnya tidak menyetujui nama Ahok. Sulit menang. Tapi diyakinkan adiknya Hashim Dj, bahwa Ahok dapat jadi pintu pencucian dosa Prabowo. Ahok sebelumnya memang sering pindah-pindah partai, dan hanya sebentar menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, yaitu selama 1 tahun 3 bulan. Namun dengan kemasan pencitraan yang luar biasa, sosok minus Ahok disulap menjadi sosok positif. Berbagai macam citra baik dilekatkan pada diri Ahok.
Ahok juga merupakan pintu pendanaan yang luar biasa guna pemenangan pilkada DKI. Tak sedikit para konglomerat non pri dan non muslim merapat dan mendukung pasangan Jokowi-Ahok. Ahok jadi simbol solidaritas komunitas tertentu. Sarana pencucian dosa Prabowo yang pernah terlibat pelanggaran HAM berat pada tragedi Mei 98.
Bahkan ada info bahwa konglomerat-konglomerat buronan BLBI di Singapura, mendukung pasangan Jokowi Ahok. Disebut para buronan, musuh negara yang merugikan Negara RI 650 Triliun juga turut memberikan sumbangan. Puluhan juta US$ mengalir demi sukses Jokowi Ahok menduduki DKI 1 dan DKI 2..
Tahap pertama cair USD 25 juta. Itu belum termasuk bantuan uang dan fasilitas media massa besar dari konglomerat lain yang lebih dulu menjadi majikan Jokowi, seperti Edward Suryajaya
Penguasa Ekonomi Jakarta yang dikenal dengan sebutan Sembilan Naga. Selain itu, dukungan pada Jokowi dan Ahok juga berasal dari MNC Grup (HT), Media Grup (S Paloh). Bantuan dana yang tak kalah besarnya adalah dari Lippo Grup dan First Media Grup, James T Riyadi. Plus komunitas Tionghoa Jakarta. Jadi sebenarnya dana pilgub Jokowi Ahok itu luar biasa besar. Tapi sesuai dengan strategi pencitraannya, Jokowi Ahok dibuat “miskin”.
Berbagai kamuflase dibuat meyakinkan rakyat Jakarta guna mencitrakan Jokowi Ahok ini minim uang, lemah, dikeroyok partai-partai besar. Dengan semua ini (sebenarnya baru sebagian kecil yg kami ungkapkan), Jokowi Ahok ini hanyalah pion dari para raja yang mengendalikan mereka.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah misi dari sejmlah konglomerat dan para tokoh untuk terus mengorbitkan Jokowi si “boneka India” mereka hingga menjadi Presiden.
Sebagai pihak yang pernah secara langsung diundang untuk mendukung Jokowi Ahok, pemilik acunt triomacan mengaku memiliki info lengkap maksud dan tujuannya mengorbitkan Jokowi.
Salah satu informasi yang terkonfirmasi adalah rencana baliknya para konglomerat hitam, buronan BLBI yang selama ini bersembunyi di Singapura yang memang memberikan fasilitas persembunyian bagi WNI keturunan China menghilangkan jejak dari aparat hukum Indonesia dan akan kembali jika pemimpin negeri ini ada digenggaman tangan mereka para konglo hitam.
Salah satu informasi yang terkonfirmasi adalah rencana baliknya para konglomerat hitam, buronan BLBI yang selama ini bersembunyi di Singapura yang memang memberikan fasilitas persembunyian bagi WNI keturunan China
Kekecewan para penjahat BLBI terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang gagal menghapuskan aspek pidana BLBI, membuat mereka membesarkan dan menjagokan Satrio Piningit Palsu itu. Guna pemenangan Jokowi menuju RI 1 tahun 2014, telah disiapkan dana yang sangat besar.
Salah satu strategi mereka adalah secara kontinue, masif dan sistematis terus mendongkrak popularitas Jokowi dengan promosi dan pencitraan media, para majikan atau sponsor Jokowi telah membayar mahal banyak media massa agar terus maintain sekitar popularitas dan citra Jokowi hingga 2014.
Itulah sebabnya jika ada satu pihak saja yang coba-coba mengkritisi Jokowi apalagi menyerangnya Jokowi, berhamburan keluar tim khusus (JASMEV) yang menghadapinya. Disamping sejumlah media massa besar yang dikontrak khusus sampai 2014, konglomerat pelarian itu juga mengeluarkan milyaran untuk lembaga survey.
Pengamat dan politikus yang memberikan dukungannya pada Jokowi. Dibelakang Jokowi Ahok ini terdapat sejumlah nesar konglomerat, media, komunitas tertentu, tim konsultan politik canggih yang luar biasa besarnya. (ikhlas/rio/trioM- voaislam.com)
Sumber: http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013

***

No comments:

Post a Comment