Sabtu, 25 Januari 2014

MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment

Luar biasa hebat konspirasi James Riady cs dalam mengorbitkan Jokowi ke puncak popularitas demi terwujudnya mimpi mereka untuk memiliki seorang presiden Indonesia yang berada di bawah kendali dan pengaruh mereka. Seorang
Tapi, disisi lain betapa bodohnya negeri ini, tulis Raden Nuh. Pertanyaan seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran Raden Nuh jika melihat fenomena yang terjadi di tengah–tengah masyarakat kita yang latah memuja memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja puji.

Begitu bodohkan bangsa kita ini yang terlalu mudah terkecoh dengan pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk memberikan kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik. Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis menderita meratapi kerugiannya. Begitu bodohkah rakyat Indonesia hingga terlalu mudah percaya berita dan opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia. T

Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih hati – hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu kita menganalisa apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku atau sutradaranya. Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis, masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk pencitraan Joko Widodo atau Dahlan Iskan. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab Joko Widodo, rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai. Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Jokowi. Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya, terlihat jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara – cara sebagai berikut :

Ratusan media nasional dan lokal (koran, majalah, TV, radio, media online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif tentang Jokowi. Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut, disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang Jokowi. Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai sebanyak – banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi bisa sampai 50 kali atau 50 judul per hari dan selalu ditayangkan setiap saat. Begitu tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi, sampai – sampai semua aktifitas Jokowi dimuat dan diberitakan media. Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang, jokowi makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati, Jokowi bertemu si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat, Jokowi tertawa, jokowi dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga, Jokowi bagi – bagi uang, Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya…

Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa – media massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.

Sejumlah pengamat dan akademisi kampus disewa oleh sutradara dibalik pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan baik tentang Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar dari Fisip UI Depok yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi.

Mereka ini rutin memberikan pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi. Perilaku akademisi seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’. Menggadaikan rasionalitas dan keilmuannya demi rupiah. Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’ pencitraan positif tentang Jokowi.

Bayangkan saja, seorang gubernur di Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai media di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang jokowi ini adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan jaringan Arkansas Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa pencitraan diri Jokowi.

James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986 sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak terjangnya di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia internasional. Sejak menganut agama kristen evangelis, kedekatan James dengan tokoh evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat Pat Robertson, Menton James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat membenci Islam/anti Islam. Sementara itu Stan Greenberg adalah seorang yahudi zionist. Partner sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner, konsultan politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan berpengalaman menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James dan Greenberg keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection. Ratusan orang baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang dipekerjakan di perusahaan – perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para konglomerat tionghoa yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan untuk membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan akun di berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk mendongkrak popularitas dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga bertugas melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan kebenaran tentang siapa sebenarnya Jokowi. Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady, Stangreeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh mayoritas konglomerat tionghoa Indonesia, jaringan etnis China dunia/internasional, segelintir tokoh dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan /lembaga / insititusi non muslim, gereja, mayoritas komunitas tionghoa Indonesia dan seterusnya.

Benar – benar sebuah konspirasi tingkat tinggi yang dibentuk dan dijalankan dalam rangka mensukseskan Jokowi sebagai presiden boneka di Indonesia. Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang, waktu dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta – fakta yang sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi. Masyarakat tidak lagi berfikir logis dan tidak skeptis dalam menilai sosok Jokowi. Begitu banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau terlindas oleh tsunami informasi dan opini yang dijejalkan konspirasi tingkat tinggi ini.

Fakta bahwa Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) atau penilaian kinerja Kemendagri yang membuktikan prestasi Jokowi biasa – biasa saja, malah lebih buruk dibanding kinerja rata – rata kepala daerah se – Indonesia, tidak menjadi perhatian rakyat. Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat korupsi pelepasan aset pemda Solo (Hotel Maliyawan), korupsi dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar, korupsi hibah dana rehabilitasi pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp. 1 miliar, korupsi dana bantuan siswa miskin Solo, korupsi proyek pengadaan videotron Manahan Solo, korupsi renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan begitu saja oleh rakyat Indonesia. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang dan pelaksana proyek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan dan lain – lain. Setiap jaman baik dalam kondisi normal atau pun dalam krisis politik, selalu menghasilkan dua alternatif: kehancuran dan kebangkitan. Setiap krisis politik akan melahirkan pahlawan dan bajingan.

Bagi mereka yang berpandangan fatalis, krisis melulu dianggap sebagai malapetaka. Sebaliknya, bagi mereka yang penuh harapan, krisis bukan berarti celaka. Krisis bisa berarti proses berat penuh tantangan yang harus dilalui sebelum “melahirkan”. sesuatu. Krisis ibarat perjuangan seorang ibu sebelum melahirkan “bayikebahagiaan” yang segera mengganti semua tangis menjadi derai tawa. Krisis kepemimpinan bisa secara alamiah namun bisa juga dengan rekayasa penciptaan opini palsu melalui media – media seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.

Sekelompok konglomerat cina bersatu padu, bergabung dengan jaringan internasional seperti Arkansas Connection dan Jaringan China dunia yang didukung penuh pemerintah China melalui China Military Intellegence (CMI) atau dukungan dana tak terbatas dari perusahaan kedok / samaran bernama China Resources Corporation Ltd yang selama puluhan tahun memberikan bantuan finansial ke kelompok Lippo Grup di seluruh dunia. Dengan anggaran tidak terbatas, jaringan dan penguasaan media yang mayoritas, kemampuan teknis rekayasa komunikasi politik dan opini, kelompok ini mampu menghancurkan semua tokoh yang potensial mengalahkan Jokowi dan mengantarkan Jokowi menjadi primadona tunggal di media – media dan ruang publik.

Untuk mencapai prestasi ini, tidak tanggung – tanggung, turut bergabung sebagai pemain utama di balik Jokowi, pakar konsultan politik terkemuka Stan Greenberg, yang terbukti sukses mengantarkan Bill Clinton menjadi presiden AS untuk dua periode dan 11 pemimpin (presiden dan perdana menteri) lainnya di negara masing – masing Memang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya, bisa hadir sosok seorang James Riady yang dalam dirinya bisa menyatu dua kekuatan utama dunia yakni China dan Amerika Serikat yang dalam hal ini diwakili oleh Arkansas Connection. Meski bukan organisasi resmi negara AS, Arkansas Connnetion, dimana James Riady sebagai salah satu elitnya, adalah organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintahan Obama, presiden AS yang sangat menghormati dan mendengar saran – saran Arkansas Connection.

Krisis, karenanya, juga selalu menghasilkan pecundang dan pahlawan. Para pecundang adalah mereka yang mau melakukan apa saja, terutama dengan imbalan bayaran sebagaimana terjadi pada tokoh – tokoh dan selebriti Indonesia. Mereka rela melacurkan pendapat dan hati nurani mereka, ikut – ikutan memuja seorang anak manusia yang bernama Jokowi, meski sadar sepenuhya bahwa Jokowi itu belum layak dan tidak semestinya mendapat apreasiasi luar biasa seperti itu karena kapasitas, integritas, kapabilitas dan kredibiltas Jokowi yang sebenarnya jauh dari memadai untuk dapat disebut pemimpin yang berhasil.

Mereka yang berdiri di belakang Jokowi dengan menggadaikan akal sehat dan hati nuraninya itu adalah para pecundang, pelacur intelektual. Mereka termasuk para oportunis politik yang mau mengambil keuntungan di tengah-tengah luka bangsa yang menganga, dominasi kebodohan pada mayoritas rakyat Indonesia yang seharusnya mereka bimbing dengan memberikan penilaian atau pendapat yang rasional dan objektif. Mereka malah memainkan peran sebagai penjerumus mayoritas rakyat Indonesia yang menaruh kepercayaan kepada mereka.

Mereka menjadi pencundang bukan karena kalah dalam pertarungan. Tapi, karena mereka memilih untuk takluk pada kepentingan pribadinya, di kala bangsa dan negara masih membutuhkan pengorbanan, kejujuran dan contoh teladan. Sementara itu, para pahlawan adalah mereka yang rela menanggung derita, kecewa, bahkan kesempatan untuk menjadi populer karena berani berbeda pendapat dengan opini arus utama (mainstream).

Para pahlawan adalah mereka yang berani bersikap tegas dan konsisten membela kebenaran dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya. Sejatinya mereka yang berani bersikap tegas dan menjunjung tinggi objektifitas ini adalah para pemenang, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk rakyat banyak meski konsekwensinya mereka diserang oleh pasukan khusus pembentuk opini yang berjumlah ribuan orang banyaknya.

Pasukan khusus nasi kotak ini bersiaga 24 jam sehari, 7 jam seminggu dan 30 hari sebulan, siap membully siapa saja yang berani berpendapat berbeda apalagi mengecam sang tokoh boneka bernama Jokowi yang diagung – agungkan laksana santo atau nabi. Para pecundang adalah mereka yang mandi kekayaan dari uang bayaran yang diterimanya dari para cukong penyandang dana pencapresan Jokowi.
Begitu banyak uang yang digunakan penyandang dana Jokowi untuk mendukung kesuksesan rencana mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka yang di bawah kendali mereka.
Tujuan akhirnya, tentu saja keuntungan yang berlipat ganda yang akan mereka peroleh, ekonomi dan politik, jika nanti Jokowi berhasil mereka dudukan sebagai presiden boneka. Para pecundang adalah mereka yang terdiam meski banyak korupsi besar gila – gilaan di depan mata. Misalnya dalam kasus PLN dan Pertamina yang coba dirampok habis Dahlan Iskan dengan cara licik dan memakai perisai opini media sebagai pelindungnya.

Bukan itu saja, para pecundang adalah yang memanfaatkan konspirasi media untuk menjatuhkan citra para tokoh lawan potensial jagoan mereka dengan menyebar fitnah – fitnah keji. Mereka tak segan-segan gunakan segala macam isu untuk menghantam lawannya. Mula dari isu SARA hingga tuduhan korupsi. Mereka melakukan pemutarbalikan fakta yang didukung oleh media – media dan strategi komunikasi politik canggih yang disusun secara masif, sistematis, terencana dengan baik dan didukung dana yang luar biasa besar. Kita semua bisa menjadi pecundang. Bisa pula menjadi pahlawan.
Sebab predikat demikian sangat situasional dan tergantung siapa yang memberikan. Seorang pahlawan hari kemarin, bisa menjadi pecundang hari ini. Begitu pula sebaliknya.
Celakalah mereka yang terus-menerus memainkan peran pencundang dari hari kemarin hingga kini. Sebab itu kita perlu memberikan penghargaan yang tulus bagi Megawati Soekarnoputri yang dengan gigih melindungi partainya dari tekanan dahysat langsung atau tidak langsung dari para konglomerat hitam yang ingin memaksakan Jokowi Si Boneka Glembuk menjadi calon presiden dari PDIP.


Upaya Megawati melindungi partainya dari infiltrasi para konglomerat cina yang ingin menguasai PDIP dan Indonesia dengan bantuan kader – kader PDIP pengkhianat patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Upaya Megawati menyelamatkan partainya, sesungguhnya juga mengandung makna telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari penguasaan para konglomerat cina hitam, sebagian tokoh mantan jendaral yang ambisius dan buta mata hatinya dan para politisi pengkhianat bangsa yang tega melihat negara ini hancur demi memuaskan syahwat kekuasaan dan kekayaan pribadi. [jabir/radennuh/voa-islam.com]
Sumber:
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/01/24/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-tsunami-opini-jokowi/#sthash.lbBmykbR.qaBLF2nJ.dpbs
[BACA SELENGKAPNYA...] - MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment

Kamis, 07 November 2013

WASIAT DARI SEORANG SYUHADA DI SYIRIA [VIDEO]

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Q.S.9:111).



[BACA SELENGKAPNYA...] - WASIAT DARI SEORANG SYUHADA DI SYIRIA [VIDEO]

Jumat, 25 Oktober 2013

5 strategi dan taktik penyebaran aliran Syi'ah di Indonesia, waspadalah!


Tokoh-tokoh syi'ah Indonesia (dari atas kiri: Haidar Bagir, Jalaludin Rahmat, Muhsin Labib. bawah kiri: Dina Y. Sulaeman, Khalid Al Walid, Haddad Alwi.)
Oleh: Munarman, SH.

(Arrahmah.com) – Perkembangan aliran Syiah di Indonesia mengalami akselerasi yang luar biasa sejak meletusnya Revolusi Iran menumbangkan Rezim Syah Iran Reza Pahlevi, sekitar 1970. Pada masa itu, banyak kalangan muda, baik dari kalangan pondok pesantren maupun kalangan perguruan tinggi terkagum kagum dengan revolusi tersebut.

Titik pusat kekaguman tersebut adalah karena revolusi yang berhasil menumbangkan rezim zhalim dan antek Amerika sekaligus antek zionis Israel. Sehingga image yang dihasilkan dari revolusi Iran tersebut, adalah menjadi ikon bagi kalangan muda untuk menentang hegemoni Amerika dan Israel yang sangat kuat di dunia Islam. Image dan citra sebagai penentang Amrika dan Israel tersebut terus dipropagandakan secara sistematis sebagai pintu masuk penyebaran aliran syiah di Indonesia.

Lima tahapan aliran Syiah dalam menyebarkan ajarannya adalah sebagai berikut, yaitu:

Pertama, membangun keyakinan bahwa Iran dan “Hizbullah” Lebanon-lah pihak satu-satunya yang melawan Amerika dan Zionis. Taktik ini menjadi pintu utama bagi kalangan Syiah dalam mempengaruhi anak muda yang memiliki semangat perlawanan terhadap hegemoni Amerika dan Israel di dun ia saat ini. Dengan slogan slogan anti Amerika dan anti Israel ini, anak anak muda yang hanya bermodalkan semangat perlawanan tanpa memperhatikan aspek akidah, akan hanyut terbawa.

Kedua, mengeksploitasi peristiwa Karbala dengan bersikap ghulu (berlebih-lebihan) untuk menarik simpati kalangan awam agar membenarkan kelompok Syiah.

Ketiga, mengedepankan penggunaan akal, logika dan nalar serta argumen bersifat politik dalam beragama, terutama dalam meriwayatkan pemerintahan era Muawiyah.

Keempat, menggiatkan “Studi Kritis” terhadap hadits-hadits Ahlus Sunnah, khususnya Bukhari dan Muslim, bahkan hingga riwayat sejumlah shahabat, teristimewanya Abu Hurairah RA, dengan berbasiskan logika dan nalar politik.

Kelima, mencela istri-istri Rasulullah SAW dan para sahabat seperti Abu Bakar RA, Umar bin Al-Khaththab RA dan Ustman bin Affan RA.

Dua Kubu besar kelompok Syiah di Indonesia :

Kubu pertama adalah LKAB (Lembaga komunikasi Ahlul Bait) yang merupakan wadah para alumni al Qum.

Kubu ini dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII).  LKAB membawai Yayasan Al Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, Al Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy. LKAB berkantor di Jl Bintaro KODAM Grand Bintaro Jaksel.

Kubu kedua  dipegang oleh IJABI.

Dalam kubu ini metode taqiyah kurang disenangi. Sebaliknya, IJABI tampak lebih pluralis. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh Sunni yang menjadi  pengikut IJABI.  Kiblat IJABI, bukanlah ke Iran, melainkan  Marja Lebanon di bawah pimpinan Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah. Tokoh utama di Indonesia adalah Dr Jalaluddin Rahmat.
Sumber: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/5-strategi-taktik-penyebaran-aliran-syiah-indonesia-waspadalah.html


[BACA SELENGKAPNYA...] - 5 strategi dan taktik penyebaran aliran Syi'ah di Indonesia, waspadalah!

Rabu, 23 Oktober 2013

Apa Itu Sistem Dajjal, Umur Umat Islam, Kapan Imam Mahdi Keluar dan Perang-Perang Akhir Zaman

11538941 300x151 Apa Itu Sistem Dajjal, Umur Umat Islam, Kapan Imam Mahdi Keluar dan Perang Perang Akhir Zaman




Ilustrasi Perang Akhir Zaman
Apa itu sistem Dajjal?
Sistem Dajjal adalah sistem kepalsuan, seperti yang terjadi sekarang ini. Orang menyebutnya The New World Order (Tatanan Dunia Baru), meski kenyataannya malah tidak ada tatanan. Yang disebut pejuang hak asasi manusia justru yang sebenarnya teroris. Sedangkan mereka yang dituduh teroris justru sebenarnya orang yang mulia di hadapan Allah.
Apakah sistem Dajjal itu adalah tatanan kehidupan yang kini dikomandani AS?
Ya. Itu tercermin dalam lembaran uang satu dollar AS. Bagian depan itu bergambar Presiden AS pertama, George Washington, dan bagian belakangnya bergambar piramid yang terpotong. Letak gambar piramida ada di belakang, sebagai sinyal bahwa di belakang AS ada kekuatan lain. Pada piramida tersebut ada segitiga bergambar mata satu. Di atasnya ada tulisan “annuis coeptis” (semoga dia senang dengan proyek ini). “Dia” yang dimaksud adalah Si Mata Satu. Di bawahnya ada tulisan “novus ordo seclorum” (tatanan dunia baru). Artinya, ummat seluruh dunia diharapkan masuk proyek tatanan dunia baru dan menerima kepemimpinan Si Mata Satu. Orang yang familiar dengan hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam akan paham bahwa yang dimaksud Si Mata Satu adalah Dajjal.
Kapan sosok Dajjal akan muncul?
Dajjal sudah ada sejak zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits shahih yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Fathimah binti Qais.
Ada seorang pengembara Nashrani yang terdampar di suatu pantai. Ia turun dari kapalnya dan kemudian bertemu binatang aneh. Binantang itu mengantarkannya ke sebuah biara. Di biara tersebut ada seorang pria terpasung. Dia bertanya, “Apakah Sungai Tiberia sudah mengering? Apakah muncul seorang lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai nabi akhir zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya sendiri? ”
Pengembara Nashrani itu penasaran. Dia kemudian menelusuri jazirah Arab untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia kemudian bertemu Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wasallam. Dia bertanya pada beliau, “Siapa orang yang dipasung itu?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa pria itu adalah Dajjal. Namun Dajjal tidak akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.
Kapan Imam Mahdi keluar?
Menurut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, salah satu tandanya adalah meninggalnya atau terbunuhnya seorang khalifah. Namun sekarang sudah tidak ada kekhalifahan. Menurut saya, khalifah yang dimaksud adalah seorang pemimpin negeri Muslim yang sangat nyata. Amin Muhammad Jamaluddin, seorang penulis asal Mesir yang menulis buku “Umur Umat Islam”, menafsirkannya sebagai pemimpin Kerajaan Arab Saudi. Kalau memang benar seperti itu, berarti sudah dekat.
Menurut hadits tersebut, kelak Al-Mahdi akan muncul lalu di-baiat oleh sekelompok pemuda di Ka’bah. Penguasa semenanjung Arab akan langsung mengirim pasukan untuk menangkap para pemuda itu. Tetapi tim itu akan dibenamkan ke bumi oleh Allah, kecuali dua orang saja.
Dua orang tersebut sengaja diselamatkan agar mereka bisa menceritakan pada publik bahwa teman-teman mereka telah tenggelam ke Bumi. Begitu kabar ini tersiar, semua Mukmin yang paham hadits-hadits shahih tentang munculnya Al-Mahdi akan sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Mereka akan berbondong-bondong untuk ber-baiat.
Bagaimana bila dihubungkan dengan umur ummat Islam?
Menurut Amin Muhammad Jamaluddin, ketika dia menafsirkan beberapa hadits mengenai umur umat Yahudi, Kristen, dan Islam, diisyaratkan bahwa umur umat Islam adalah 1500 tahun. Sekarang sudah 1424 Hijriah [tulisan ini dibuat pada 2003], jadi tinggal 76 tahun lagi. Itu belum dipotong waktu perjuangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika di Mekkah, yang memakan waktu 13 tahun. Jadi umur ummat Islam tinggal sekitar 63 tahun. [Berarti sekarang tinggal sekitar 54 tahun]
Kapan masa kekhalifahan di akhir zaman —yang menurut hadits akan berlangsung selama 40 tahun— terjadi pada masa damai, maka huru-hara besar itu akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 23 tahun ke depan ini [sekarang berarti kurang dari 14 tahun ke depan]. Kemunculan khilafah akan didahului oleh terjadinya huru-hara dan kaum Muslim akan di bawah komando Imam Mahdi.
Kemunculan Imam Mahdi juga akan ditandai dengan munculnya komet. Menurut yang saya tahu dari para astronom, komet akan muncul pada 2022. Jadi kalau saat itu Imam Mahdi muncul, maka perhitungan itu menjadi sangat mungkin. Atau bisa jadi kemunculan Imam Mahdi justru akan lebih cepat dari itu.
Apa fitur-fitur khusus Imam Mahdi?
Menurut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, namanya seperti nama Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam dan nama ayahnya pun sama dengan nama ayah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Bicaranya kurang lancar, sehingga kalau bicara harus menepuk pahanya dulu. Apakah itu berarti dia gagap? Wallahu’alam.
Berapa usia Imam Mahdi ketika muncul?
Usia Imam Mahdi adalah seusia ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallampertama kali berperang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pertama kali berperang di Perang Badar di usia 55 tahun.
Apakah itu berarti sebenarnya Imam Mahdi sudah ada?
Ya, sudah ada, tapi oleh Allah belum dimunculkan. Sekarang kita tidak tahu Imam Mahdi itu siapa. Dan hal itu bukan hal aneh, karena memang ia akan muncul mendadak.
Bukankah sudah ada beberapa orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi?
Tidak bisa. Imam Mahdi di-baiat oleh 313 pemuda di Ka’bah. Jumlah itu sama dengan jumlah pasukan saat Perang Badar. Baiatnya terbuka meski sebenarnya Imam Mahdi enggan dijadikan pemimpin. Bila ada yang mengaku-ngaku Imam Mahdi, maka itu adalah omong kosong.
Apakah kelak Imam Mahdi akan memimpin kekhalifahan Islam?
Ya. Sebelum itu ia akan memimpin beberapa peperangan untuk meruntuhkan The New World Order ini. Perang meruntuhkan maalikan jabariyan ini dimaksudkan untuk mewujudkan The Next World Order .
Perang apa saja itu?
Ada empat perang besar. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung Arab. Kaum Muslim menang. Kedua adalah perang melawan penguasa zhalim Persia, Muslim juga menang. Perang selanjutnya adalah melawan Rum atau Eropa, dan menang juga. Ke empat adalah perang melawan Dajjal dan 70.000 tentara Yahudi. [Disarikan dari wawancara Ustadz Ihsan Tandjung/bolehjadikiamatsudahdekat]
Sumber: http://www.islampos.com/apa-itu-sistem-dajjal-umur-umat-islam-kapan-imam-mahdi-keluar-dan-perang-perang-akhir-zaman-24713/


[BACA SELENGKAPNYA...] - Apa Itu Sistem Dajjal, Umur Umat Islam, Kapan Imam Mahdi Keluar dan Perang-Perang Akhir Zaman

Masuk Islam, Ahmad Thomson Ungkap Sistem Dajjal

ahmad thomson 490x326 Masuk Islam, Ahmad Thomson Ungkap Sistem Dajjal
UNTUK para pemerhati nubuwat akhir zaman sekarang ini, nama Ahmad Thomson tentu tidak asing lagi. Bukunya “Sistem Dajjal” menjadi salah satu buku pegangan “wajib” bagi umat Islam yang ingin mengetahui konspirasi tangan-tangan besar penguasa dunia. Ia begitu fasih



memaparkan fenomena-fenomena akhir zaman. Tak dinyana mungkin kalau Ahmad Thomson sebenarnya adalah seorang mualaf.
Ahmad Thomson masuk Islam 38 tahun lalu. Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.

Sejak remaja, Thomson merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, “Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?” Pertanyaan lain yang kerap
mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus.

 “Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,” ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini. Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. “Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.”

Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. “Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidup saya.” Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia “Murabitun”). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya. Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan yang ia butuhkan. “Sejak itu, perlahan saya menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi pikiran,” katanya. Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh. Thomson mengikrrakan syahadat pada 13 Agustus 1973. Empat tahun kemudian, ia berhaji empat .

Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam. Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. “Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,” ujar pria kelahiran Afrika ini. Pemilik nama kecil Martin Thomson ini sekarang dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.

 Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem’s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.

 Kini, hari-harinya diisi dengan aneka kegiatan keislaman, mulai dari memberikan ceramah rutin tentang Islam di berbagai wilayah di Inggris, menulis untuk Jurnal al-Kala, sampai menjadi kontributor tetap dalam konferensi lintas agama yang digelar setiap tahun di Masjid Regents Park dan Pusat Kebudayaan. Beberapa buku karyanya yang cukup menggemparkan dan sangat sulit dicari terjemahannya , buku yang membongkar apa dan bagaimana konspirasi Yahudi di dunia ini yang berjudul Dajjal the Anti Christ (Sistem Dajjal). [islampos/wikipedia/facebook]
Sumber : http://www.islampos.com/masuk-islam-ahmad-thomson-ungkap-sistem-dajjal-83263/

----------------
Bacaan Terkait :
APA ITU SISTEM DAJJAL?
[BACA SELENGKAPNYA...] - Masuk Islam, Ahmad Thomson Ungkap Sistem Dajjal

Senin, 21 Oktober 2013

Ikut Berkurban, ternyata Lurah Susan dapat Sumbangan Sapi dari Kelompok Liberal


Lurah Lenteng Agung yang digugat warga supaya dipindah, Susan Jasmine Zulkifli ikut berkurban dalam momentum Idul Adha 1434 H ini. Meski Susan sebenarnya beragama Kristen, dia mengaku turut menyumbang seekor sapi Limousin.

"Saya ikut sumbang seekor sapi Limo," ujarnya seperti dikutip Selasa (15/10/2013).
Susan mengatakan, pemberian sapi itu bukan atas namanya, melainkan atas nama Kelurahan Lenteng Agung. Rencananya daging sapi tersebut akan disembelih pada Rabu (16/10) dan dibagikan bagi kaum janda yang kurang beruntung di wilayah kelurahan Lenteng Agung.

Jika bukan dari dirinya dan kelurahan, lalu dari mana Susan mendapatkan sapi itu?.
Ternyata sapi yang disembelih di Kelurahan Lenteng Agung itu merupakan pemberian dari sejumlah lembaga yang selama ini dikenal sebagai kelompok Liberal, di antaranya Yayasan Denny JA, The Ciputat School serta Serikat Jurnalis untuk Keberagamaan (SEJUK). Ketiga yayasan itu sepakat memberikan sapi ini kepada Kelurahan Lenteng Agung.

"Sapi yang untuk Kelurahan Lenteng Agung itu berupa amanah dari Yayasan Denny J.A melalui saya sebagai Lurah Lenteng Agung," ujar Susan seperti dikutip

Sapi yang berasal dari Pacitan ini diikat di sebuah lapangan depan kantor kelurahan. Sapi ini berwarna hitam dan ada tulisan 'Susan' di punggung sebelah kanannya.

Setelah diberikan secara resmi oleh Yayasan Denny JA, Susan diminta untuk bisa memegang sapi itu.
Susan menjelaskan, pihaknya akan membagi rata daging kurban kepada 10 RW yang ada di Lenteng Agung. Setiap RW akan mendapat 20 kg daging sapi. "Jadi ada 20 kupon per RW, bagi rata untuk 10 RW, untuk janda dan keluarga miskin," ujar Susan.


Selain sapi, Susan juga ditipkan untuk mengurbankan seekor kambing. Pemotongan kambing tersebut sudah dilaksanakan Selasa (15/10) kemarin. "Kambing satu ekor sudah dikurbankan," katanya.

Sumber :
http://www.suara-islam.com/read/index/8728/-Ikut-Berkurban--ternyata-Lurah-Susan-dapat-Sumbangan-Sapi-dari-Kelompok-Liberal

[BACA SELENGKAPNYA...] - Ikut Berkurban, ternyata Lurah Susan dapat Sumbangan Sapi dari Kelompok Liberal

Ulil Ditolak UIN Riau

Ulil Abshar Abdallah, pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) merasa gusar dengan pencekalan dirinya sebagai salah seorang pembicara seminar bertajuk "Demokrasi di Negara-negera Muslim di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Ahad (20/10/2013) siang.Dalam akun twitternya @ulil, Ulil mengatakan pencekalan ini merupakan kabar buruk dari kebebasan akademik.
"Saya menyesalkan pencekalan saya di UIN Riau. Bagi saya, ini kabar buruk bagi 'kebebasan akademik'," kicau Ulil, Ahad (20/10/2013) siang.

Ulil mengaku dirinya sudah berada di Riau dan bersiap mengisi seminar. Namun, beberapa saat seminar akan dimulai dirinya dihubungi Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Riau bahwa ia dilarang berbicara pada seminar tersebut.

"Alasannya karena ada ancaman dari kelompok-kelompok Islam tertentu yang tak menyukai saya menyampaikan ceramah di UIN Riau," kata Ulil.Rencana kehadiran Ulil Abshar Abdalla menjadi pembicara pada seminar “Demokrasi di Negara-negara Muslim" yang digagas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum, Fakultas Syariah UIN Suska Pekanbaru, Riau menuai kontroversi. Sebagian menolak kehadiran pria yang kini aktif di Partai Demokrat itu."Kita menolak pemikiran-pemikiran liberalnya itu, yang oleh MUI tahun 2005 sudah ada fatwa bahwa pemikiran sekularisme, liberalisme dan plurarisme itu bertentangan dengan Islam.

Kalau mengundang dia, berarti akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran dia kan,” kata Anggota Komisi Ukhuwah MUI Riau, Ir. Muhammadun.Muhammadun meminta agar mahasiswa lebih selektif dalam memilih narasumber.Di masa depan, untuk menentukan siapa yang akan tampil di kampus itu ya dipilih yang mendukung keislaman, bukan yang mendukung sekularisme dan pluralisme.

Mereka ini kan pengusung, penjaja dan pengecer ide-ide liberal. Ada kepentingan asing dibelakangnya. Jadi teman-teman mahasiswa kita himbau supaya tahu orang-orang ini dibelakangnya siapa, siapa yang mendanai, berbahaya atau tidak bagi kampus, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.Menurut pantauan hidayatullah.com di Riau, meski dilarang pihak rektorat, diskusi tetap berlangsung secara terbatas di sebuah hotel.sumber: hidayatullah.com

Sumber salinan : http://www.suara-islam.com/read/index/8775/Ulil-Ditolak-UIN-Riau

[BACA SELENGKAPNYA...] - Ulil Ditolak UIN Riau

Sholat di Hadapat Publik dan Reaksi Warga AS

Islamedia - Dua orang pemuda Muslim Amerika, Adam Saleh dan Sheikh Akbar, yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di New York, saling merekam temannya yang melakukan shalat sunnah dua rakaat di hadapan publik Amerika.

Dalam video yang mereka unggah di situsYoutube dengan judul Praying In Public, disebutkan bahwa mereka membawa kompas untuk mengetahui arah ka’bah. Setelah itu mereka berwudhu, lalu salah seorang di antara mereka melakukan shalat sunnah 2 rakaat dan yang lain merekamnya dengan kamera.

Hal ini mereka lakukan untuk mengetahui reaksi publik Amerika ketika melihat mereka shalat. Di samping itu, tujuan mereka adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam mencintai perdamaian melebihi dari apa yang mereka pikirkan.

Shalat di hadapan publik di negara minoritas muslim memang sesuatu yang dianggap aneh. 
Dalam video itu terlihat beragam reaksi orang-orang Amerika melihat dua pemuda ini shalat. Ada yang heran, ada pula yang memotret mereka, bahkan ada yang mengikuti gerakan shalat karena menyangka itu adalah senam Yoga.



Sumber: http://www.islamedia.web.id/2013/10/reaksi-warga-as-ketika-pemuda-muslim.html
[BACA SELENGKAPNYA...] - Sholat di Hadapat Publik dan Reaksi Warga AS

Mantan Produser `Fitna` Tunaikan Haji


MAKKAH, muslimdaily.net, - Menerima Islam beberapa bulan yang lalu, mantan aktivis anti-Islam yang pernah memproduksi sebuah film menghina Nabi Muhammad (saw) mengatakan ia telah menemukan kedamaian dan ketenangan saat melakukan ibadah haji tahun ini.

"Saya mendapati diriku di antara hati orng-orang yang beriman," ujar Arnoud Van Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan yang dipimpin tokoh anti Islam, Geert Wilders, sebagaimana dikutip oleh Saudi Gazette pada hari Jumat, 18 Oktober, demikian lansironislam.net.

"Saya berharap bahwa air mata penyesalan saya akan membersihkan segala dosa saya setelah pertobatan saya," tambahnya dengan haru.

Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan (PVV) telah memeluk Islam awal tahun ini setelah melakukan studi mendalam mengenai Islam. Dia termasuk pemimpin partai yang membantu memproduksi sebuah film pendek berjudul 'Fitna' yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Tapi setelah protes Muslim di seluruh dunia terhadap film yag dibuatnya, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW, yang akhirnya membawanya untuk memeluk Islam.

Van Doorn menyatakan penyesalannya telah mengambil bagian dalam produksi dari f ilm 'Fitna' yang menyebarkan kebencian dan hasutan. Dan kini dia berada di tempat-tempat suci untuk menebus dosa-dosanya.

"Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi. Saya pikir bahwa saya telah membuat kesalahan besardengan memproduksi film asusila," katanya.

"Saya berharap bahwa Allah akan mengampuni saya dan menerima tobat saya."

Kunjungannya ke tanah suci Makkah dan Madinah bukanlah yang pertama.

Setelah pertobatannya, politisi Belanda langsung menuju kota suci Makkah untuk melakukan umrah setelah bertemu dua imam Masjid Nabawi, Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar.

Dia diberi khotbah oleh dua imam tersebut tentang bagaimana menjalani kehidupan seorang Muslim yang baik dan menghadapi tantangan yang dihadapi Islam di Barat.
Sumber:
http://muslimdaily.net/berita/internasional/mantan-produser-fitna-tunaikan-haji.html#.UmSPBnBSh1g
[BACA SELENGKAPNYA...] - Mantan Produser `Fitna` Tunaikan Haji

Sabtu, 12 Oktober 2013

Menangkis Kesesatan Syi'ah [VIDEO]

Suatu kalimat dalam rangka diskusi/menjawab secara LIVE disalah satu stasiun TV dari seorang ulama Ahli Sunnah Mengenai Kesessatan Syi'ah
-------------
Syi'ah meyakini ke-12 imam mereka  adalah ma'shum. Mereka juga meyakini bahwa sahabat seperti Mu'awiyah telah kafir, sedangkan dalam Islam terlarang membai'at orang kafir. menurut klaim Syi'ah, Imam-Imam tersebut bebas dari dosa dan kesalahan (ma'shum), jadi bagaimana dengan dosa karena membai'at orang kafir? apakah ini murni ijtihad Al-Hassan atau bimbingan wahyu?

Jika jawabannya adalah hasil ijtihad, itu artinya Imam telah berbuat dosa. Jika jawabannya adalah bimbingan wahyu, itu artinya Mu'awiyah adala pemimpin sah yang telah dipilih Allah.
Padahal Jawaban apapun yg dipilih dua-duanya punya konsekuensi penghancurkan sendi-sendi agama Syi'ah itu sendiri......

[BACA SELENGKAPNYA...] - Menangkis Kesesatan Syi'ah [VIDEO]

Rabu, 09 Oktober 2013

Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni

JAKARTA (voa-islam)
Ada kesamaan ajakan makan siang Jokowi dan 'suap' Hary Tanoe kepada MUI dalam gelaran Final Miss World September 2013 lalu, yaitu arogansi pada materialisme & membela kepentingan kroni bisnis semata!
Banyak rakyat tak mengira, dibalik wajahnya yang innocent, Jokowi dan Hary Tanoe ternyata tersimpan watak 'serigala berbulu domba'. Masyarakat yang cenderung sekuler dan apatis terhadap perjuangan syariat islam akan membela mati-matian Jokowi dan Hary Tanoe layaknya membela para nabi.
Bahkan sikap para 'abangan' tersebut melebihi pembelaannya pada isu yang mengedepankan pada isu keislaman, seperti pelecehan Nabi dengan karikatur, penistaan simbol-simbol agama maupun syariat islam yang di dakwahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam.
Sejatinya, umat Islam berani mati demi mengedepankan aqidah umat agar terhindar dari bahaya syirik, maksiat dan penistaan aqidah umat demi agenda liberalisme ala Miss World, sedangkan pendukung SEPILIS (sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) hanya membela agenda kroni bisnis penguasa dan kepentingan syahwat mereka semata yang hanya berorientasi pada uang, budaya hedonisme ala maksiat tanpa henti budaya barat dan zionist untuk menghancurkan kuatnya aqidah umat islam di seluruh dunia!
Sikap arogansi tergambar ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akan melobi makan siang ala 'Kuli' pada warga Lenteng Agung yang menolak Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli yang non muslim itu. Demikian halnya dengan pemaksaan kehendak dengan iming-iming suap Hary Tanoe kepada MUI agar penyelenggaraan Final Miss World 2013 tetap di gelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat. 
Sikap Jokowi dan Hary Tanoe ini mirip dengan gaya imperialis Belanda pada masa penjajahan dan konsep VOC yang menggunakan lobi-lobi demi kelanggengan kepentingan bisnis para kroni mereka. 
Bahkan Kiai Lenteng Agung angkat bicara, H. Naseri dan KH. Solihin Ilyas menyatakan kesediaannya untuk diajak makan siang. Akan tetapi jangan pernah berharap tokoh masyarakat Betawi asal Lenteng Agung tersebut bisa dibujuk, apalagi disuap untuk menjadi lunak. Selain itu tokoh masyarakat Lenteng Agung mempersoalkan jamuan jalanan ala kuli tersebut.

“Kita belum tahu kapan makan siangnya. Yang pasti, kita mau timnya harus sembilan orang, bukan lima orang seperti yang diminta pihak Jokowi. Karena tim warga Lenteng Agung bukan pribadi-pribadi, melainkan ada timnya. Kita juga gak mau diajak Jokowi makan di restoran. Kita maunya makan dan bertemu di Balaikota. Kita ini bukan kuli, tapi perwakilan warga Lenteng Agung,” kata kiai berpengaruh asal Lenteng, KH. Solihin Ilyas via telpon.
Hary Tanoe : Aqidah Umat di barter langganan gratis INDOVISION!
Sedangkan pelecehan Hary Tanoe kepada MUI benar-benar lobi ecek-ecek, lihat saja iming-iming murahan untuk MUI apabila mau menjadi juri dalam acara buka-bukaan aurat Miss World dan mencabut fatwa haram Miss World, Hary Tanoe menjanjikan iming-iming berupa uang dan fasilitas lainnya kepada MUI seperti pondok pesantren yang diasuh MUI diberikan parabola indovision gratis, langganan gratis.
...HT telah mengirimkan surat untuk menyogok MUI supaya menjadi penasehat Miss World, itu kalau mau (MUI -red) nanti pondok pesantren yang diasuh MUI diberikan parabola indovision gratis, langganan gratis...
Terkait hal itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengatakan, kalau Hary Tanoe telah merendahkan martabat ulama Indonesia dengan adanya kontes Miss World 2013 di Indonesia.
Namun, para ulama di MUI konsisten kepada ajaran agama Allah sehingga permintaan bos MNC Grup itu tidak diterima. Selain itu, percobaan suap yang dilakukan Hary Tanoe tersebut tentu telah menghina dan melecehkan ulama Indonesia.

“Jangan heran kalau SBY bungkam dengan Miss World. Jangan-jangan disogok dengan parabola, murah banget berarti. Terus kalau Kapolri beri izin, jangan-jangan diberi parabola,” sindirnya.
Alhamdulillah MUI tidak bisa disogok. Tapi jelas Hary Tanoe telah menghina MUI dan ulama Indonesia, apalagi demi INDOVISION” tegas Habib Rizieq.
Agenda Kroni & Bisnis siapa saja dibelakang JOKOWI?
Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto) dan James Riadi (Group Lippo) dibalik penolakan jokowi terhadap mobil murah

1. Penolakan Jokowi terhadap mobil murah dan bebas polusi sangat tidak beralasan karena dia sendiri juga pencetus mobil murah Esemka yang ternyata tidak berjalan dan hanya dijadikan sebagai pencitraan jelang mencalonkan diri sebagai gubenur DKI Jakarta

2. Kedekatan Jokowi Ahok dengan konglomerat Edward Suryajaya sangat jelas yaitu dengan adanya rencana pencabutan ijin Pekan raya Jakarta dari group perusahaan milik Hartati Murdaya dimana arena PRJ dahulu dikuasai oleh Edward suryajaya

3. Kedekatan Jokowi Ahok dengan 
konglomerat Edward Suryajaya sangat jelas dengan di menangkannya tender proyek monorel di Jakarta kepada PT Jakarta Monorel (JM) mengalahkan tender perusahaan Jusuf Kalla, dimana JM merupakan perusahaan milik Edward Suryadjaya ,serta PT Ortus Holsing yang dimiliki juga oleh Edward Suryajaya sebagai perusahaan pabrik monorel yang akan digunakan di DKI Jakarta



4. Keluarga Edward Suryajaya dari dulu sangat dekat dengan perusahaan multinasional penghasil produk otomotif seperti Honda, Toyota, Nissan , Suzuki. Dapat dipastikan penolakan tersebut merupakan bagian dari pesanan perusahaan multinasional otomotif dunia yang tentu saja akan terganggu jika mobil murah itu di produksi di Indonesia dan mulai dipasarkan

5. Apalagi dengan rencana akan dikeluarkan Perda DKI Jakarta pajak dan bea parkir yang mahal terhadap mobil murah.Dengan ada nya ini, maka jokowi secara tidak langsung menggiring masyarakat untuk membeli mobil buatan konglomerat Edward Suryajaya agar utang budi dana kampanye pilgub DKI dan juga dana untuk pencitraan lewat media lunas. 

6. Hashim Djojohadikusumo kini menjadi ketua pengembangan Kebun Binatang Ragunan. Pemerintah DKI Jakarta menunjuk pengusaha Hashim Djojohadikusumo sebagai Kepala Pengawas Taman Margasatwa Ragunan.
Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ihwal pengangkatan adik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, itu Jumat, pekan lalu. “Dia dipilih karena seorang pengusaha sukses,” kata Basuki.
Kondisi terbalik dengan komentar Maksum, 45 tahun, seorang pembersih kandang Kebun Binatang Ragunan, menolak jika tempat itu dikelola swasta dan bergeser dari rumah hewan menjadi tempat hiburan. “Nanti hewan stres karena fisiknya digenjot untuk memuaskan pengunjung,” ujarnya. 

Triomacan: Konglomerat Hitam Dibalik Sosok Jokowi Menuju RI 1

Akun twiter paling kontroversial@triomacan gatal juga rupanya dalam mengulas aktor dibelakang Gubernur Joko Widodo sebagai tokoh yang paling dianggap Kontroversial dalam membela wong cilik di DKI Jakarta.
Bahkan, admin twiter itu menantang para pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan JASMEV (Jokowo Ahok Social Media Volunteer) yang namanya kian melejit seiring “pertikaiannya” terkait Kartu Jakarta Sehat dengan pihak DPRD DKI.
Triomacan mengatakan, bahwa menyimpulkan jika Jokowi bukanlah malaikat yang turun dari surga, superman apalagi seorang nabi yang diutus ke bumi. Jokowi hanyalah seorang boneka India, jelas triomacan.
Jokowi memang dipersiapkan “majikan gelapnya” untuk jabatan kursi kepresidenan 2014 dengan semua fasilitas lengkap, uang, media, relawan sosial media (JASMEV) dan bisnis miliaran dollar. 
Sebelumnya, Jokowi - Rudy memimpin Solo dengan pembagian tugas yang persis sama dengan Jokowi – Ahok sekarang. Jokowi turun blusukan menjumpai warga, sedangkan Rudy di kantor. Saat ini pun pembagian tugas juga demikian. Jokowi blusukan ke warga, Ahok kuasai birokasi dan pemerintahan DKI.
Modal berikutnya adalah strategi pencitraan yg dilakukan secara apik, sistematis dan kontinyu. Semua kegiatan, sisi humanisme dan lainnya diblow up. Semua potensi dan kekuatan media digunakan untuk mempublikasikan secara masif dan kontinyu, tentu saja semua kegiatan Satrio Piningit Palsu Jokowi yang dinilai “positif”.
Termasuk acara atau kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kinerja sebagai kepala daerah. Semua dilakukan untuk pembentukan opini publik.
Tentu butuh modal yang cukup besar ketika Jokowi masih menjabat walikota Solo. Ada yang jadi Bandar, guna mensponsori atau donatur. Pengusaha Solo tersebut menjadi donatur Jokowi. Majikan gelap Jokowi itu pemilik hotel dan berbagai usaha di solo. Majikan gelap Jokowi,  juga menjadi otak dibalik kebijakannya tentang larangan pendirian mal-mal baru di Solo.
Kurang dari 2 tahun menjalani periode kedua sebagai walikota, Jokowi dipersiapkan menjadi Cagub Jawa Tengah. Disiapkan untuk melawan Bibit Waluyo. Pencalonan Jokowi sebagai Cagub DKI sebenarnya adalah “kecelakaan” alias by accident.
Awalnya Jokowi tidak ada rencana maju di Pilgub DKI. PDIP memiliki banyak bakal calon (balon) cagub yang dipersiapkan untuk Pilgub DKI. Seperti  Adang R, Nono S dll. Bintang kemujuran Jokowi dimulai dari kegagalan Djan Faridz sebagai calon Gubernur DKi yang diusulkan oleh Jusuf Kalla (JK). Sayangnya Djan Faridz tidak “lulus”.
Ditengah persaingan meraih dukungan PDIP, JK mengusulkan calon alternatif, yaitu Jokowi. Saat itu Jokowi sudah mulai soft campaign via Esemka. Program Esemka sebenarnya adalah program Kemendiknas, ditunggangi Jokowi guna angkat popularitas dan pencitraannya dalam menyongsong pilkada Jateng.
Ketika nama Jokowi disodorkan oleh JK ke Eep S Fatah untuk dinilai kelayakannya, Eep pun mengajukan persyaratan yang kemudian disetujui Jokowi. Salah satu persyaratan yang diminta Eep adalah agar Jokowi setujui dirinya didampingi oleh tim yang diajukan Eep guna memantau  Jokowi selama 24 jam. 
Prabowo dan Djan F pun diutus JK menemui Megawati untuk menawarkan nama Jokowi. Tawaran itu sangat menggiurkan dan sulit ditolak Mega. Prabowo dan Djan Faridz menawarkan nama Jokowi sebagai Cagub DKI ke PDIP/ Megawati dengan komitment penuh. Semua biaya ditanggung mereka. Disebut-sebut Prabowo dan Djan F menyiapkan modal awal kampanye dan pemenangan Jokowi sebesar Rp. 200 M. Diluar mahar ke PDIP sebesar Rp. 60 M.
Berkat lobi Prabowo dan Djan F, Megawati pun setuju, meski sebenarnya diawal sudah ada komitmen PDIP untuk mengusung Mayjen Adang Ruhiyatna, kemudian timbul pertanyaan, siapa cawagubnya?
Bakal cawagub PDIP sesuai hasil survey tertinggi adalah Deddy Mizwar. Sayangnya Deddy M tidak disetujui Prabowo karena “kisah masa lalunya”. Akhirnya, Djan Faridz tawarkan nama Basuki Tjahja Purnama alias Basuki Indra alias Zhong Wan Xie alias Ahok yang masih adik ipar Djan Faridz sendiri.
Prabowo awalnya tidak menyetujui nama Ahok. Sulit menang. Tapi diyakinkan adiknya Hashim Dj, bahwa Ahok dapat jadi pintu pencucian dosa Prabowo. Ahok sebelumnya memang sering pindah-pindah partai, dan hanya sebentar menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, yaitu selama 1 tahun 3 bulan. Namun dengan kemasan pencitraan yang luar biasa, sosok minus Ahok disulap menjadi sosok positif. Berbagai macam citra baik dilekatkan pada diri Ahok.
Ahok juga merupakan pintu pendanaan yang luar biasa guna pemenangan pilkada DKI. Tak sedikit para konglomerat non pri dan non muslim merapat dan mendukung pasangan Jokowi-Ahok. Ahok jadi simbol solidaritas komunitas tertentu. Sarana pencucian dosa Prabowo yang pernah terlibat pelanggaran HAM berat pada tragedi Mei 98.
Bahkan ada info bahwa konglomerat-konglomerat buronan BLBI di Singapura, mendukung pasangan Jokowi Ahok. Disebut para buronan, musuh negara yang merugikan Negara RI 650 Triliun juga turut memberikan sumbangan. Puluhan juta US$ mengalir demi sukses Jokowi Ahok menduduki DKI 1 dan DKI 2..
Tahap pertama cair USD 25 juta. Itu belum termasuk bantuan uang dan fasilitas media massa besar dari konglomerat lain yang lebih dulu menjadi majikan Jokowi, seperti Edward Suryajaya
Penguasa Ekonomi Jakarta yang dikenal dengan sebutan Sembilan Naga. Selain itu, dukungan pada Jokowi dan Ahok juga berasal dari MNC Grup (HT), Media Grup (S Paloh). Bantuan dana yang tak kalah besarnya adalah dari Lippo Grup dan First Media Grup, James T Riyadi. Plus komunitas Tionghoa Jakarta. Jadi sebenarnya dana pilgub Jokowi Ahok itu luar biasa besar. Tapi sesuai dengan strategi pencitraannya, Jokowi Ahok dibuat “miskin”.
Berbagai kamuflase dibuat meyakinkan rakyat Jakarta guna mencitrakan Jokowi Ahok ini minim uang, lemah, dikeroyok partai-partai besar. Dengan semua ini (sebenarnya baru sebagian kecil yg kami ungkapkan), Jokowi Ahok ini hanyalah pion dari para raja yang mengendalikan mereka.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah misi dari sejmlah konglomerat dan para tokoh untuk terus mengorbitkan Jokowi si “boneka India” mereka hingga menjadi Presiden.
Sebagai pihak yang pernah secara langsung diundang untuk mendukung Jokowi Ahok, pemilik acunt triomacan mengaku memiliki info lengkap maksud dan tujuannya mengorbitkan Jokowi.
Salah satu informasi yang terkonfirmasi adalah rencana baliknya para konglomerat hitam, buronan BLBI yang selama ini bersembunyi di Singapura yang memang memberikan fasilitas persembunyian bagi WNI keturunan China menghilangkan jejak dari aparat hukum Indonesia dan akan kembali jika pemimpin negeri ini ada digenggaman tangan mereka para konglo hitam.
Salah satu informasi yang terkonfirmasi adalah rencana baliknya para konglomerat hitam, buronan BLBI yang selama ini bersembunyi di Singapura yang memang memberikan fasilitas persembunyian bagi WNI keturunan China
Kekecewan para penjahat BLBI terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang gagal menghapuskan aspek pidana BLBI, membuat mereka membesarkan dan menjagokan Satrio Piningit Palsu itu. Guna pemenangan Jokowi menuju RI 1 tahun 2014, telah disiapkan dana yang sangat besar.
Salah satu strategi mereka adalah secara kontinue, masif dan sistematis terus mendongkrak popularitas Jokowi dengan promosi dan pencitraan media, para majikan atau sponsor Jokowi telah membayar mahal banyak media massa agar terus maintain sekitar popularitas dan citra Jokowi hingga 2014.
Itulah sebabnya jika ada satu pihak saja yang coba-coba mengkritisi Jokowi apalagi menyerangnya Jokowi, berhamburan keluar tim khusus (JASMEV) yang menghadapinya. Disamping sejumlah media massa besar yang dikontrak khusus sampai 2014, konglomerat pelarian itu juga mengeluarkan milyaran untuk lembaga survey.
Pengamat dan politikus yang memberikan dukungannya pada Jokowi. Dibelakang Jokowi Ahok ini terdapat sejumlah nesar konglomerat, media, komunitas tertentu, tim konsultan politik canggih yang luar biasa besarnya. (ikhlas/rio/trioM- voaislam.com)
Sumber: http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013

[BACA SELENGKAPNYA...] - Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni

Diisukan Gugur, Komandan Militer Pejuang Asing di Suriah Ini Rilis Foto Santai

"Komandan Umar Al-Shishani merilis foto dalam kondisi baik dan sehat setelah rumor dia terbunuh. Allahu Akbar!" kata kontributor Muslimdaily.net, Sabtu (28/9).
Komandan Umar Al-Shishani memiliki nama asli Umar Gorgashvili. Sebenarnya ia kelahiran Georgia. Sejak kecil ia telah memeluk Islam karena berasal dari keluarga muslim meskipun mereka tak bisa mempraktekkan Islam secara penuh karena tertekan di bawah kekuasaan komunis Rusia.
Sebelum bergabung dengan pejuang muslim di Suriah, ia telah lama bertempur di Chechnya selama perang dengan Rusia tahun 2008.

Komandan Umar Al-Shishani saat ini merupakan pimpinan kelompok Jaish al Muhajirin wal Ansar di bawah naungan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pasukan ini membawahi para pejuang asing lintas negara. 
Pasukan ini pernah terlibat dalam pertempuran Aleppo melawan pasukan Suriah. Pada Oktober 2012 mereka membantu Front Al - Nusra dalam serangan ke Brigade Rocket 606, pertahanan udara dan pangkalan rudal Scud di Aleppo.
Pada Maret 2013, Kavkaz Center melaporkan bahwa Kataeb al- Muhajirin bergabung dengan dua kelompok pejuang warga negara Suriah yang menyebut dirinya Jaish Muhammad dan Kataeb Khattab. Penggabungan ini kemudian membentuk kelompok baru yang disebut Jaish Muhajirin wa Ansar.
Kepemimpinan pasukan kecil ini terdiri dari pimpinan militer, sebuah komite syariat, sebuah dewan Syura, dan lengan media Liwa al-Mujahidin al-Ilami. Sebuah nama yang sama dengan grup media yang didirikan para pejuang asing dalam perang Bosnia.
Pada Agustus 2013, Umar Al-Shishani merilis sebuah pernyataan yang mengumumkan pengusiran salah satu komandannya, Emir Seifullah dan 27 anak buahnya dari pasukan Jaish al Muhajirin wal Ansar. Komandan Umar mengeluarkan mereka karena dianggap memecah belah umat akibat mengobarkan permusuhan dengan warga Suriah setempat dan gampang bertindak takfir terhadap Muslim lainnya.
Selanjutnya, Jaish al Muhajirin wal Ansar bergabung dengan kelompok pejuang yang lebih besar di bawahIslamic State of Iraq and Sham (ISIS). Saat ini, komandan Umar Al-Shisani menjadi Amir Wilayah Utara Suriah di bawah kekuasaan ISIS. [mzf/bbs]
Sumber : http://muslimdaily.net
[BACA SELENGKAPNYA...] - Diisukan Gugur, Komandan Militer Pejuang Asing di Suriah Ini Rilis Foto Santai

Bashar Asad vs Recep Tayyip Erdogan Makin Panas


Dalam sebuah wawancara dengan TV Turki Halk yang disiarkan hari Jum'at, Asad menyebut Perdana Menteri Tayyip Erdogan sebagai "bigot" dan mengatakan Ankara telah memberikan ijin teroris untuk menyeberang ke Suriah untuk menyerang tentara dan warga sipil Suriah.

"Tidak mungkin anda menyimpan teroris di saku Anda dan menggunakannya sebagai kartu, karena teroris seperti kalajengking yang tidak akan ragu untuk menyengat Anda pada kesempatan pertama," kata Asad yang disiarkan Halk TV.

"Dalam waktu dekat, para teroris ini akan berdampak pada Turki dan Turki akan membayar harga yang mahal untuk itu."

Turki yang berbagi perbatasan wilayah seluas 900 km dengan Suriah dan memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO, adalah satu satu kritikus Bashar Asad paling sengit dan mendukung pihak oposisi. Turki sendiri telah menyangkal mempersenjatai para oposisi.

"Saat ini, Suriah sedang menuju perang sektarian," kata Erdogan dalam sebuah wawancara di televisi Turki pada hari Kamis.

"Inilah bahaya yang akan kita hadapi."

Bashar Tuduh Erdogan
Bashar Asad menuding Erdongan, dan partainya (Partai AK) memiliki akar politik Islam konservatif dari agenda sektarian.

"Sebelum krisis, Erdogan tidak pernah menyebutkan reformasi atau demokrasi, ia tidak pernah tertarik pada masalah ini.... Erdogan hanya ingin Ikhwanul Muslimin kembali ke Suriah. Itulah tujuan utamanya," tuding Bashar.

Pemerintah Erdogan dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

Dalam wawancara itu Bashar Asad masih menyangkal rezimnya pernah menembakkan senjata kimia yang menewaskan ribuan orang. [zak]
Sumber : http://muslimdaily.net
[BACA SELENGKAPNYA...] - Bashar Asad vs Recep Tayyip Erdogan Makin Panas

Paus Fransiskus Percaya Kepada Tuhan, Tapi Bukan Tuhan Katolik


"Saya percaya akan Tuhan, tetapi bukan (kepada) Tuhan Katolik," kata Paus kepada pendiri dan mantan editor harian La Repubblica, Eugenio Scalfari.
Scalfari yang sudah cukup terkejut mendapatkan kesempatan wawancara pribadi dengan Paus. Namun keterkejutannya semakin membuatnya terkejut dengan pernyataan itu. Lalu, Scalfari meminta Paus untuk mengelaborasi pernyataannya itu.
"Tuhan bukan Katolik. Tuhan adalah universal, dan kita adalah umat Katolik karena cara kita memuja Dia," ujar Paus.
Lebih jauh Paus Fransiskus menjelaskan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik, dia memercayai Tuhan dan Yesus Kristus sebagai inkarnasi Tuhan.
"Yesus adalah guru dan pemimpin saya. Tetapi Tuhan, Bapa, adalah cahaya dan Sang Pencipta. Itulah yang saya yakini. Apakah menurut Anda keyakinan kita jauh berbeda?" tanya Paus kepada Scalfari.
Paus berusia 76 tahun ini menambahkan, dia tak selalu sepakat dengan apa yang selama ini menjadi standar Gereja Katolik. "Pandangan Vatikan sentris telah mengabaikan dunia di sekitar kita. Saya tak sepakat dengan cara ini, dan saya akan lakukan apa pun untuk mengubahnya," Paus menegaskan.
Sejak terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus terbukti menjadi seorang Paus beraliran liberal. Bahkan dia bersikap lebih lunak terhadap hal-hal yang selama ini ditentang keras Vatikan seperti homoseksualitas dan ateisme. Apakah Vatikan telah menjadi liberal dan menganut pluralisme agama? [mzf]
Sumber : http://muslimdaily.net
[BACA SELENGKAPNYA...] - Paus Fransiskus Percaya Kepada Tuhan, Tapi Bukan Tuhan Katolik