Rabu, 14 Agustus 2013

Label Makanan Halal Jadi Isu Hangat di Denmark

KOPENHAGEN, muslimdaily.net, - Memberikan komentar mengenai perkembangan makanan halal, Perdana Menteri Denmark mengatakan bahwa orang Denmark harus dapat bersikap akomodatif untuk semua agama dan budaya berkaitan dengan label makanan. Meski demikian, mereka tetap bisa menjaga nilai-nilai dan tradisi mereka dengan memberikan makanan yang mengandung babi di rumah sakit dan taman kanak-kanak.

"Saya pikir wajar bahwa konsumen ingin tahu apakah mereka makan daging halal atau tidak," kata PM Helle Thorning-Schmidt, The Copenhagen Post melaporkan, sebagaimana dilansir onislam.net, Selasa 13 Agustus.

"Saya mendesak semua perusahaan untuk secara jelas menunjukkannya (label halal) pada kemasan mereka."

Thorning-Schmidt mendorong penjual daging dan rumah pemotongan hewan untuk menujukkan apakah hewan yang mereka sembelih halal atau tidak. Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mewajibkan mereka untuk melakukannya.

Komentar perdana mentri Denmark ini muncul setelah adanya isu hangat seputar label makanan halal pekan lalu yang, dimana mantan mentri urusan pangan, Mette Gjerskov, secara terang-terangan menolak gagasan pemberian label halal pada makanan.

Gagasan itu juga disukung oleh kelompok lobi pertanian Landbrug og Fødevarer.

"Saya memiliki kesan bahwa 'halal' memiliki konotasi negatif bagi sebagian orang," kata juru bicara Landbrug og Fødevarer, Martin Merrild, kepada harian  Jyllands-Posten.

Denmark adalah tempat tinggal bagi kurang lebih 200.000 muslim, atau tiga persen dari 5,4 juta penduduk negara itu.

Negara Skandinavia ini merupakan fokus kemarahan umat Islam pada tahun 2005 setelah sebuah surat kabar di sana menerbitkan kartun yang mengina Nabi Muhammad SAW. [ahr]
Sumber : muslimdaily.net

0 komentar:

Posting Komentar