**

Monday, June 10, 2013

Dialog Strategi Islael - Amerika Incar Habisi Negara2 arab

Informasi mengenai pertemuan dialog strategis antara Israel dan Amerika di Wasington pada 20 Oktober lalu sangat ringkas. Kabar yang didapat media internasional terbatas pada beberapa nama utusan dari dua belah pihak, dialog dilakukan setiap enam bulan dan pertemuan terakhir dilakukan di Tel Aviv pada Februari lalu dengan tema penting ancaman nuklir Iran. Tentu hal ini menegaskan komitmen Amerika menjaga keamanan Israel yang berarti secara teknis mewujudkan Israel sebagai negara paling unggul secara militer atas tetangganya dari negara-negara Arab yang dekat atau yang jauh, juga terhadap negara-negara di luar Arab, seperti; Iran dan Turki, dan menopang Israel secara esklusif dengan senjata penghancur masal di antaranya senjata nuklir.
Dalam penjelasan singkat setelah pertemuan berlangsung disebutkan, bahwa Amerika dan Israel komitmen menjalin kerjasama untuk memperkuat keamanan dan stabilitas dua kawasan. Dialog kali ini terbatas pada metode kerjasama yang kuat dalam konteks kepentingan bersama di kawasan. Pertanyaan yang muncul, bagaimana mungkin dialog strategis Amerika dengan Israel untuk kepentingan bersama? Bagaimana mungkin Amerika mempersenjatai Israel dengan senjata nuklir dan pesawat kargonya untuk kepentingan “bersama” padahal di kawasan terdapat Arab, Turki dan Iran? Bagaimana Amerika mendanai pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina dengan jaminan hutang untuk kepentingan Israel menyita tanah Palestina, menghancurkan rumah warganya, mengusir mereka dari negerinya, melakukan kejahatan perang, pemusnahan, pembersihan etnis mirip dengan pembersihan penduduk asli di Amerika, Kanada, Australia dan Amerika Selatan? Siapakah mereka yang mengkalim “Bersama” yang akan mengambil manfaat dari kerjasama strategi Amerika-Israel, kerjasama dalam sektor perang, pembangunan pemukiman Yahudi, sabotase intelijen terhadap semua negara di Timur Tengah, kerjasama mempertahankan keunggulan militer Israel, untuk menutupi kejahatannya menghancurkan keamanan Palestina, sumber usaha, kehidupan, hak-hak dan cara mempertahankan hidup mereka?
Dalam berinteraksi dengan informasi ini nampak jelas, betapa canggih media mereka mengemas informasi tanpa terdeteksi, supaya tidak ada seorangpun dari korban mereka mengendus sejauhmana kerjasama strategis antara Amerika dan Israel terhadap permusuhan dan pembersihan etnis Palestina, tercermin dalam blokade dan larangan rakyat Palestina menikmati kebebasan, demokrasi dan HAM! Secara otomatis membuktikan bahwa Amerika tidak pernah dan tidak akan pernah suatu waktu menjadi penengah yang netral untuk merealisasikan perdamaian dan keadilan menyeluruh. Ini menegaskan kegagalan proses perdamaian selama dua puluh tahun berlalu, karena Amerika sebagai pemantau di lapangan menjadi tertawan oleh dialog strategis dengan kekuatan penjajah Israel. Amerika berperan sebagai wasit, dan di lapangan justru membantu Israel sebagai kawan strategisnya dalam menghancurkan kehidupan rakyat Palestina, mengancam negara-negara tetangga, menebarkan peperangan dan instabilitas di Timur Tengah dengan target memelihara keunggulan militer Israel.
Hubungan hakiki antara Amerika dan Israel, keduanya berpartisipasi dalam politik di kawasan. Mereka telah mendiskusikan semua persoalan terkait perang, pembangunan pemukiman Yahudi, mengancam negara-negara kawasan, memecah negara-negara Arab dan menghancurkan satu demi satu dengan perang, fitnah internal, atau isolasi, di atas meja dialog strategis atara keduanya sebelum eksekusi bersama, baik di Irak, Palestina, Libanon, Sudan, Iran, Afghanistan atau Yaman. Termasuk mempersenjatai beberapa negara dengan catatan tidak mengancam Israel. Bahkan pegawai pemerintah Amerika memantau penyerahan sesuai persetujuan Israel dan politiknya terhadap Iran, Palestina dan persoalan lainnya. Dan tidak mungkin menunjuk mereka jika posisi mereka bersebrangan dengan kepentingan Israel. Mereka saat ini yang dikejutkan dengan ketidakmampuan pemerintah Obama merealisasikan upaya perdamaian di Timur Tengah hendaknya membaca kembali makalah berjudul “Berita Gembira tentang janji Obama” disiarkan harian Jewish Issues Watchdog (24/11/2008) yang isinya antara lain:
“Ada beberapa pertanyaan seputar penentuan pejabat pada pos-pos penting di pemerintahan Obama terkait pandangan mereka seputar Israel, Iran, Palestina dan persoalan lainnya. Saat ini saya tegaskan beberapa sebab meyakinkan bahwa tim berikutnya akan membawa hal-hal positif di Timur Tengah. Saat ini setelah dua tahun dari sejarah tersebut, kita tahu bahwa “Hal-hal positif” tersebut adalah Yahudisasi negara, percepatan pembangunan pemukiman Yahudi, penggusuran rumah-rumah warga Palestina di Al-Quds Timur, penerbitan UU di Knesset yang memaksa warga Palestina membayar upah penghancuran rumah mereka sendiri, larangan bekerja di sektor pariwisata supaya tidak memperlihatkan sesuatu berciri Palestina, memaksa mereka bersumpah untuk negara Yahudi, yang berarti pembersihan etnis Palestina.
Berikut adalah dokumen yang diterbitkan oleh "The Wikileaks" tentang perang di Irak, menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Irak sama seperti yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina. Para pengamat menyatakan ketika perang Irak berlangsung, mereka tidak bisa membedakan apakah terjadi di Baghdad atau Al Quds, Gaza atau Najaf, Nablus atau Mosul, Jenin atau Fallujah karena semuanya meremehkan tempat-tempat suci, kehidupan manusia. Metode penghancuran dan penyiksaan di Abu Ghraib, dan Guantanamo adalah sama dengan yang digunakan secara luas di penjara Israel yang penuh dengan kejahatan yang memalukan dan menyedihkan, walaupun info ini bocor ke beberapa media, namun mereka tidak berani berbicara atau menuntut hukuman pelaku karena kerjasama strategis antara media Amerika dan Israel, dan mereka semua "bebas" untuk tidak mempublikasikan kejahatan yang dilakukan pemerintahnya melawan orang-orang Arab!
Pertanyaannya adalah siapa yang menghukum pembunuh dan penjahat perang jika Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua badannya, tetap di bawah hegemoni AS? (qm)
Dr. Busainah Syu’ban
(As Syarqul Qatriyah)
Sumber/infopalestina.com
Sumber:
 http://sabilionline.blogspot.com/2010/11/dialog-strategis-israel-amerika-incar.html
***

No comments:

Post a Comment