Senin, 25 Februari 2013

Hati-hati Jika Anak Anda Suka Menangis Malam

 Jika bayi anda terbangun dan menangis secara teratur tiap malam di bulan pertama setelah ia lahir, mungkin itu hal biasa. Tapi jika ia meratap terus-menerus secara rutin selama satu tahun pertama, mungkin ini adalah sinyal dari prilakunya, perlu Anda mencurigainya.

Sebuah penelitian  di Eropa  tentang anak yang mengalami gangguan tidur, menangis terus menerus dan sulit makan, baru-baru ini dirilis sebuah jurnal penelitian, "Archives of Disease in Childhood."
Laporan tersebut menyebutkan, bayi yang selalu menangis dan bangun di malam hari sampai berusia tiga bulan, mereka hampir dua kali lebih mungkin mengalami masalah attention deficit hyperactivity disorder  (ADHD),  dimana anak cenderung depresi,  suka cemas, berperilaku agresif atau cenderung nakal dan menganggu orang lain saat mereka mulai sekolah. Masalah lain yang juga timbul, anak-anak menjadi kurang mampu megendalikan diri, dan tidak mampu menenangkan diri  dan susah bertindak dengan tepat dalam situasi sosial yang berbeda.
"Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara masalah kebiasaan di masa bayi dan gangguan perilaku atau ADHD, yang  berada di bawah kontrol, di mana anak-anak tidak dapat mengatur perhatian mereka, atau tidak mempunyai pegangan dan tidak dapat mengendalikan perilaku mereka," ujar Dieter Wolke, peneliti dan profesor psikologi perkembangan di Universitas Warwick di Inggris, seperti dikutip  dari laman Healthland, Jumat (22/4).

Bagaimana sebenarnya menangis kepanjangan dan makan yang dipilih-pilih bayi berkaitan dengan masalah perilaku? Wolke mengatakan,  memang data pendukung yang menghubungkan itu kurang jelas, tetapi ada beberapa kemungkinan. Pertama, menangis dan terbangun di malam hari hanya tanda-tanda pertama dari masalah perilaku yang melibatkan kurangnya kontrol diri.

Setiap bayi terbangun beberapa kali di malam hari dan mungkin mulai menangis, tetapi sebagian besar pada akhirnya akan belajar untuk menenangkan diri dan kembali tidur. Mereka akhirnya belajar bahwa tindakan menangis itu harus diakhiri karena ayah dan ibu tidak akan datang menenangkannya setiap kali mereka meratap di malam hari. Jika bayi sudah mengidap gangguan perilaku, bagaimanapun, mereka tidak mungkin dapat belajar tentang hal itu sehingga ia tetap tidak bisa mengendalikan diri dan dan episode menangis terus akan tetap berlanjut melewati tahun pertama.

Kedua,  beberapa bayi mungkin secara genetik rentan terhadap masalah mengatur tingkah laku mereka; khusus, para ilmuwan baru-baru ini mengidentifikasi versi dari gen yang terlibat dalam fungsi dopamin, yang mengatur suasana hati dan emosi serta fungsi motor, yang mungkin membuat beberapa bayi lebih rentan terhadap masalah perilaku. Tapi masalah ini hanya dialami 20 persen bayi.

Namun demikian penelitian ini dilakukan di Inggris yang pola asuh anak berbeda dengan di Indonesia, tapi tak ada salahnya jika anak Anda mengalami hal yang sama hendaknya segera dikonsulkan ke dokter spesialis anak. - Maifil

Sumber: dompet duafa.co.id

0 komentar:

Posting Komentar