**

Wednesday, January 30, 2013

Pendeta Yahudi Memeluk Islam


http://www.billsilvaentertainment.com/images/artists/large/AaronCohen_ed1f.jpg

Baru-baru ini Turki tengah mengalami sebuah sejarah besadan  fenomenal. Seorang pendeta Yahudi Turki terkemuka, Aaron Cohen, bersama keluarganya memutuskan diri mereka untuk memeluk agama Islam.
 
Harian Turki berbahasa Arab, Akhbaralaalam (5/11) mengabarkan, Kohin (45) dan keluarganya mengikrarkan keislaman mereka di hadapan mufti Istanbul, Syaikh Bey Oglu, sejak sebulan silam. Namun, mereka baru mengumumkannya ke khalayak luas pada awal bulan ini.
“Saya sangat menghormati ketiga agama samawi. Agama Islam adalah agama yang memeluk semuanya. Asas inti ketiga agama hadir dalam Al-Quran,” ujar Kohen, sebagaimana dikutip Harian Hürriyet.
Kohen juga mengatakan, bahwa ajaran dan syari’at agama Islam benar-benar memuat, melengkapi, dan menyempurnakan syari’at agama samawi sebelumnya, yaitu Yahudi dan Kristen. “Dalam kitab suci Al-Quran, sesungguhnya terkumpul ajaran-ajaran mulia agama-agama sebelumnya,” tambah Kohin.
Terkait alasan mengapa Aaron Kohen memilih Islam, pendeta muda yang mengaku menghaiskan hampir 20 tahun di kehidupan sinagog Istanbul itu mengatakan, dirinya telah mengkaji secara mendalam antara akidah dan syari’ah Yahudi, Kristen, dan Islam.
“Dan saya memutuskan untuk memeluk Islam karena saya dan keluarga saya ingin mendapatkan kebahagiaan hidup sejati,” tegasnya.
Kohen memeluk Islam bersama istrinya,  Filori dan anaknya. Sikapnya berganti agama sempat mengundang kecaman.  Bahkan untuk menebus keislamannya, Kohen harus menghadapi beberapa tantangan dari komunitas Yahudi nya terdulu.

“Saya banyak menerima kritik dan kecaman dari saudra-saudara Yahudi saya,” ujar Kohen. “Saya tidak peduli akan reaksinya. “Kedamaian dalam hati saya jauh lebih penting bagi saya,” tambahnya.
Turki tercatat sebagai negara Muslim yang memiliki sejarah gemilang terkait hidup berdampingan dengan umat Yahudi. Ketika orang-orang Yahudi mengalami pengusiran di Spanyol (abad ke-16 M), dan negara-negara Eropa menolak untuk menerima mereka, justru kekaiasran Islam Turki-Utsmani- lah yang dengan sukarela membukakan pintu untuk menolong mereka.
Hingga saat ini, populasi umat Yahudi di Turki terbilang signifikan. Di Istanbul saja, terdapat sekitar 200.000 pemeluk agama Yahudi. Yahudi Turki, sebagaimana yahudi-Yahudi yang hidup di negara-negara Muslim lainnya, disebut juga sebagai “Yahudi Timur”. [akhbar/hurriyet/ qantara/ atjeng/cha/www. hidayatullah. com]
***

No comments:

Post a Comment